Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah tiba di Arab Saudi untuk menyelidiki dugaan korupsi terkait kuota haji di Kementerian Agama untuk tahun 2023-2024.
Baca juga: Kemenperin Konfirmasi iPhone 17 Belum Ajukan Izin Penjualan di Indonesia
Kehadiran tim penyidik ini bertujuan untuk menelusuri pemberian kuota haji tambahan dan mengevaluasi fasilitas yang disediakan.
Penyidik KPK di Arab Saudi
Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengonfirmasi bahwa tim penyidik telah berangkat ke Arab Saudi dan saat ini sedang melakukan penyelidikan.
Setelah tiba, mereka mengunjungi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan melanjutkan ke Kementerian Haji Arab Saudi untuk mendalami kasus ini.
Asep menjelaskan, 'Tentunya berkaitan dengan masalah pemberian kuota hajinya dan ketersediaan fasilitas dan lain-lainnya. Secara umumnya begitu.'
Penyidik dijadwalkan berada di Arab Saudi selama sekitar satu minggu untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Latar Belakang Kasus Kuota Haji
Kasus ini berkaitan dengan tambahan kuota haji yang diberikan oleh Pemerintah Arab Saudi kepada Indonesia sebanyak 20.000 kuota.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool di Bursa Transfer Musim Panas 2025
Sesuai dengan Pasal 64 ayat 2 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2019, kuota tersebut seharusnya dibagikan dengan proporsi 92 persen untuk kuota reguler dan 8 persen untuk kuota haji khusus.
Namun, mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengeluarkan Kepmen Agama RI Nomor 130 Tahun 2024, yang menyatakan bahwa dari 20.000 kuota tersebut, dibagikan 10.000 untuk reguler dan 10.000 untuk khusus.
Proses distribusi kuota ini menjadi sorotan dalam penyelidikan oleh KPK.
Proses Penyelidikan dan Informasi Yang Didapat
Asep menjelaskan bahwa selama berada di Arab Saudi, para penyidik telah mengumpulkan sejumlah informasi penting dan gambar yang berkaitan dengan kasus tersebut.
Ia menyebutkan, 'Beberapa informasi sudah kami terima, foto-foto sudah disampaikan ke kami,' menandakan bahwa penyelidikan berjalan dengan baik.
Selain itu, penyidik berfokus untuk membantah narasi bahwa pembagian kuota reguler dan khusus dilakukan secara merata akibat kurangnya fasilitas di Arab Saudi.
Langkah ini diharapkan dapat memberikan kejelasan dalam proses penyelidikan dan upaya KPK untuk memberantas praktik korupsi.
Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Pertimbangan Penting untuk Pelari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: