Jumat, 28 NOVEMBER 2025 • 10:50 WIB

Status Darurat Bencana Ditetapkan di Tiga Provinsi Terdampak Banjir

Author

Status Darurat Bencana Ditetapkan di Tiga Provinsi Terdampak Banjir

Pemerintah Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah menetapkan status darurat bencana akibat banjir besar yang terjadi baru-baru ini.

Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Menuai Kritik

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menegaskan bahwa segala sumber daya akan difokuskan untuk penanganan bencana ini.

Tanggapan dan Instruksi Pemerintah

Pratikno menyatakan bahwa penetapan status ini memungkinkan pemerintah memberikan bantuan maksimal sesuai dengan undang-undang kebencanaan. 'Dengan status Darurat Bencana Daerah, maka pemerintah mengerahkan menurut undang-undang kedaruratan kebencanaan untuk memberikan bantuan semaksimal mungkin,' ujar Pratikno dalam konferensi pers di Jakarta.

Kementerian Dalam Negeri turut memberikan arahan agar pemerintah daerah segera mengalihkan anggaran dari pos lainnya untuk mempercepat penanganan bencana. Langkah ini bertujuan agar upaya penyelamatan dan pemulihan dapat dilakukan secara lebih efektif di Aceh, Sumut, dan Sumbar.

Pemerintah tidak hanya memfokuskan pada penanganan darurat, tetapi juga telah menyiapkan langkah-langkah pemulihan untuk infrastruktur yang rusak akibat bencana. Pratikno menekankan pentingnya keberlanjutan dalam proses pemulihan pasca-bencana agar situasi yang lebih baik dapat dicapai.

Baca juga: Korea Selatan Bersiap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Data Korban dan Kerusakan

Data terkini menunjukkan dampak serius dari banjir dan longsor, khususnya di Sumut, dengan total 48 korban tewas dan 88 orang hilang. Di Sumbar, jumlah korban tewas tercatat sembilan orang, yang berasal dari berbagai daerah yang terdampak.

'Lima orang tewas akibat banjir di Padang, tiga orang karena banjir bandang di Agam, dan satu orang akibat tertimbun longsor di Agam,' jelas laporan yang dirilis oleh kepolisian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah.

Sementara itu, di Aceh terdapat 30 orang yang meninggal dunia akibat bencana ini. Situasi tersebut menggambarkan kebutuhan mendesak untuk respons cepat dan pemulihan bagi masyarakat yang terdampak.

Harapan untuk Pemulihan dan Respons Cepat

Pentingnya penanganan cepat menjadi fokus utama pemerintah dalam situasi ini. Pratikno menekankan bahwa informasi terkait proses pemulihan juga perlu disampaikan kepada masyarakat agar mereka bisa memahami langkah-langkah yang sedang diambil.

'Ini adalah masalah kemanusiaan yang harus kita selesaikan secepat-cepatnya, semaksimal mungkin,' tegasnya, menunjukkan komitmen pemerintah tidak hanya pada tanggap darurat tetapi juga pada proses pemulihan.

Dengan adanya kerja sama yang erat antara pusat dan daerah, diharapkan bencana ini dapat dikelola dengan baik. Pemulihan infrastruktur yang terpengaruh juga akan menjadi perhatian penting untuk dilaksanakan setelah situasi darurat teratasi.

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU