Rabu, 26 NOVEMBER 2025 • 17:05 WIB

Perjuangan Kiky Saputri: Dari Guru Honorer Hingga Komika Populer

Author

Perjuangan Kiky Saputri: Dari Guru Honorer Hingga Komika Populer

Kiky Saputri, seorang komika yang kini dikenal luas, mengawali kariernya sebagai guru honorer dengan penghasilan yang minim.

Baca juga: Novak Djokovic Melangkah ke Semifinal US Open 2025 Setelah Mengalahkan Taylor Fritz

Menghadapi tantangan keuangan, ia berhasil mengatur hidupnya dengan ketangguhan dan kreativitas.

Kondisi Keuangan yang Menantang

Kiky Saputri mengungkapkan bagaimana sulitnya kehidupan yang ia jalani selama menjadi guru honorer, di mana ia hanya menerima gaji sebesar Rp 600.000 per bulan.

"Gaji gue Rp 600.000 sebulan kan dulu," ujarnya, menyoroti tantangan yang harus dihadapi.

Situasi keuangan yang terbatas memaksanya untuk berpikir cermat dalam mengatur pengeluaran hariannya, termasuk untuk makan dan transportasi.

"Kayak kita cuma punya duit Rp 10.000, gimana caranya kita atur buat makan sama buat naik Metro Mini," tandasnya.

Mencari Penghasilan Tambahan

Untuk menambah penghasilannya, Kiky memanfaatkan latar belakang pendidikannya dengan memberikan les privat kepada siswa di rumah.

Baca juga: Polisi Lakukan Penyelidikan Kasus Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni

"Dari zaman kuliah udah kerja les-les privat gitu kan, ngajar ke rumah-rumah. Jadinya alhamdulillah masih punya uang buat jajan sama buat kuliahlah waktu itu," imbuhnya.

Praktek ini menggambarkan dedikasi dan komitmennya terhadap pendidikan, meskipun tantangan yang dihadapi tidaklah ringan.

Upayanya menunjukkan bagaimana kreativitas dapat membantu seseorang untuk bertahan dalam kondisi yang sulit.

Kenangan Masa Sekolah dan Kuliah

Selain berjuang di bidang pendidikan, Kiky juga mengenang masa-masa indah semasa sekolah dan kuliah.

Ia menyatakan bahwa pengalaman tersebut menjadi memori berharga yang tidak terlupakan.

"Ya pasti ada kangen-kangennya kumpul sama teman-teman, makan di kantin, nongkrong-nongkrong di pendopo, ngeliatin senior-senior ganteng. Pasti ada kangennya banget," tutupnya.

Memori ini mencerminkan pentingnya hubungan sosial dalam kehidupan, di mana interaksi dengan teman-teman memberikan warna tersendiri.

Baca juga: Pihak Unisba dan Unpas Bantah Keterlibatan TNI-Polri di Kampus Saat Kericuhan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU