Rabu, 26 NOVEMBER 2025 • 13:43 WIB

Kasus Infeksi Bakteri Streptococcus pada Anak Menggugah Kesadaran akan Bahaya Tersembunyi

Author

Kasus Infeksi Bakteri Streptococcus pada Anak Menggugah Kesadaran akan Bahaya Tersembunyi

Sebuah kasus yang melibatkan anak bernama K yang terinfeksi bakteri Streptococcus dan harus dirawat di rumah sakit telah menjadi viral setelah pengalaman dibagikan oleh ibunya, Hiu Theresa, di media sosial.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual Berbasis Kecerdasan Buatan

Infeksi ini mengungkapkan bahaya yang mengancam, karena dapat menyebabkan komplikasi serius pada organ vital seperti jantung dan ginjal jika tidak ditangani secara tepat.

Gejala Awal yang Mengkhawatirkan

Pada tahap awal, K mengalami gejala sakit tenggorokan yang tidak disertai demam. Meskipun sempat merasa lebih baik setelah mengonsumsi obat herbal, gejala tersebut kembali muncul dua minggu kemudian.

Setelah kembali dari sekolah, kondisi K semakin memburuk; dia mengalami pembengkakan di tangan dan kaki meskipun merasa tidak sakit. Hal ini membuatnya harus beristirahat di klinik sekolah.

Dalam unggahannya di Instagram, Theresa menceritakan bagaimana K merasa kesakitan dan tidak dapat bergerak dengan leluasa, yang semakin menambah kekhawatiran mereka.

Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama dari Indonesia di Major League Soccer

Pengujian dan Diagnosis Medis

Menyusul gejala yang mengkhawatirkan, K dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan menyeluruh. Hasil tes menunjukkan bahwa K positif terinfeksi bakteri Streptococcus grup A.

Theresa merasakan ketegangan setelah mengetahui bahwa infeksi ini memiliki potensi untuk menyerang jantung. Ia menyatakan, 'Hasilnya positif, ini menandakan tubuhnya pernah atau sedang melawan infeksi strepto.'

Dokter pun melakukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk USG jantung, untuk memantau kesehatan K. Hasil USG menunjukkan bahwa jantung K masih bersih dan belum terinfeksi.

Pengobatan dan Pencegahan Infeksi

K harus menjalani regimen pengobatan yang intensif, termasuk suntikan antibiotik setiap empat minggu selama lima tahun untuk mencegah infeksi kambuh. Theresa menjelaskan, 'Suntikan ini bukan untuk mengobati, tapi untuk mencegah agar tidak kambuh kembali.'

Sebagaimana dijelaskan oleh spesialis anak dr. Rizky Amrullah Nasution, bakteri Streptococcus memiliki potensi untuk menginfeksi saluran napas dan kulit, yang jika tidak diobati, dapat mengakibatkan komplikasi serius.

Dokter juga mengingatkan pentingnya melakukan pemeriksaan medis bagi anak-anak yang menunjukkan gejala infeksi ini, untuk menghindari komplikasi lebih lanjut yang bisa diatasi dengan pemberian antibiotik yang sesuai.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool di Bursa Transfer Musim Panas 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU