Selasa, 25 NOVEMBER 2025 • 11:51 WIB

Malaysia dan Filipina Bergabung dalam Perjanjian Artemis untuk Eksplorasi Luar Angkasa

Author

Malaysia dan Filipina Bergabung dalam Perjanjian Artemis untuk Eksplorasi Luar Angkasa

Pada bulan Oktober 2025, NASA mengumumkan bahwa Malaysia dan Filipina resmi bergabung dalam Perjanjian Artemis, sebuah inisiatif global untuk menjelajahi ruang angkasa.

Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Bergabungnya kedua negara ini, bersama Hungaria, tidak hanya menandai lima tahun perjanjian ini, tetapi juga meningkatkan keterlibatan internasional dalam eksplorasi luar angkasa.

Latar Belakang Perjanjian Artemis

Perjanjian Artemis, yang dipimpin oleh Amerika Serikat, bertujuan untuk memandu eksplorasi luar angkasa dengan fokus pada penjelajahan Bulan dan Mars.

Inisiatif ini dirumuskan untuk menciptakan kerjasama internasional yang aman dan transparan dalam eksplorasi luar angkasa, serta menarik perhatian 59 negara.

Dengan tujuan berbagi teknologi dan informasi, Perjanjian Artemis menjadi platform bagi negara-negara untuk berkolaborasi dalam misi luar angkasa, serta meningkatkan pemahaman tentang kemungkinan kehidupan di planet lain.

Baca juga: Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Ditangkap: Tuduhan Provokasi dan Tindakan Anarkis

Penandatanganan Perjanjian

Malaysia dan Filipina secara resmi menandatangani Perjanjian Artemis saat kunjungan Presiden AS, Donald Trump, ke Kuala Lumpur untuk menghadiri KTT tahunan ASEAN.

Selama pernyataan resmi tersebut, Penjabat Administrator NASA Sean Duffy menyatakan, 'NASA menyambut baik penandatangan terbaru, yang partisipasinya memperkuat komitmen global terhadap eksplorasi yang bertanggung jawab.'

Hungaria juga menandatangani perjanjian ini pada 22 Oktober 2025, di Washington, menjelang pertemuan resmi antara Presiden Trump dan Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orbán.

Komitmen Global terhadap Eksplorasi yang Aman

Duffy melanjutkan bahwa keputusan untuk menandatangani Perjanjian Artemis menunjukkan komitmen bersama terhadap eksplorasi luar angkasa yang aman dan damai.

Ia menekankan, 'Perjanjian ini dapat membangun zaman keemasan eksplorasi ruang angkasa,' mencerminkan semangat kolaboratif yang semakin berkembang di antara negara-negara peserta.

Perhatian yang meningkat terhadap eksplorasi luar angkasa menggambarkan minat banyak negara untuk berkontribusi dalam upaya penelitian di luar Bumi, menciptakan peluang baru bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Eko Patrio Setelah Kontroversi Video Parodi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU