Reuni Akbar 212 akan berlangsung di Silang Monas, Jakarta Pusat, pada Selasa, 2 Desember 2023, dengan tema 'Revolusi Akhlak untuk Selamatkan NKRI dari Penjahat dan Merdekakan Palestina dari Penjajah'. Panitia acara mengundang sejumlah pejabat, termasuk Presiden Prabowo Subianto, untuk hadir dalam perhelatan ini.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Terima Pimpinan Serikat Pekerja Bahas RUU dan Aksi Demonstrasi Buruh
Ketua Steering Committee, Ahmad Shobri Lubis, menekankan bahwa tujuan utama dari acara ini adalah untuk menguatkan persatuan umat, yang telah menjadi esensi dari Aksi Bela Islam 212 yang dimulai sejak tahun 2016.
Tujuan dan Konteks Reuni Akbar 212
Acara Reuni Akbar 212 bertujuan untuk memperkuat Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Wathaniyah, dan Ukhuwah Insaniyah di kalangan umat Islam. Ahmad Shobri menyampaikan, 'Spirit 212 yang dibangun sejak sembilan tahun lalu adalah untuk menguatkan persatuan.'
Reuni ini menjadi kelanjutan dari semangat persatuan yang mengemuka pada Aksi Bela Islam 212 yang sebelumnya. Panitia berharap acara ini akan menciptakan momentum bagi umat dan pemerintah untuk berkumpul dalam suasana yang religius dan kebangsaan.
Baca juga: Kerusuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Dampaknya di Kampus
Rangkaian Kegiatan yang Berbeda
Rangkaian kegiatan tahun ini akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya; diawali dengan shalat Magrib berjamaah, disusul dengan zikir, doa bersama, dan tausiyah oleh para ulama. Format baru ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat.
Berbeda dari biasanya, shalat subuh berjamaah yang menjadi penutup kegiatan utama tidak lagi menjadi bagian dari rangkaian tahun ini. Pengubahan ini diharapkan dapat menarik lebih banyak peserta dari berbagai lapisan masyarakat.
Partisipasi Umum dan Seruan untuk Hadir
Panitia acara menyerukan partisipasi yang luas kepada umat Islam dari berbagai daerah untuk hadir dalam acara tersebut. 'Kami sudah mengundang seluruh elemen masyarakat, ormas-ormas Islam, termasuk Presiden Prabowo Subianto,' ungkap Shobri.
Dalam menyikapi cuaca yang tidak menentu, peserta diimbau untuk membawa sajadah, payung, atau jas hujan, mengingat acara ini berlangsung pada musim hujan di Jakarta. Kehadiran para tokoh masyarakat dan pemerintah diharapkan dapat memperkuat semangat kebersamaan di antara umat.
Baca juga: Lima Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: