Senin, 24 NOVEMBER 2025 • 11:34 WIB

Pemerintah Memastikan Nasib Beras Impor Ilegal Ditentukan oleh Pengadilan

Author

Pemerintah Memastikan Nasib Beras Impor Ilegal Ditentukan oleh Pengadilan

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengonfirmasi bahwa nasib 250 ton beras impor ilegal yang masuk ke Indonesia akan ditentukan berdasarkan keputusan pengadilan, meskipun proses tersebut diperkirakan akan memakan waktu lama.

Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens dari Royal Antwerp

Amran juga menekankan bahwa beras ilegal tersebut telah disegel dan disimpan di gudang PT Multazam Sabang Group dan tidak dapat dikeluarkan hingga ada keputusan resmi.

Latar Belakang Kasus Impor Ilegal

Beras impor ilegal ini terdeteksi melalui penelusuran yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian sebagai bagian dari upaya memperketat pengawasan terhadap impor komoditas pangan.

Menteri Amran mengingatkan kejadian serupa pada tahun 2017 ketika impor jagung ilegal juga ditemukan dan harus dikembalikan. Dalam penjelasannya, ia menyatakan, "Kalau dulu pernah terjadi jagung 2017 kalau tidak salah, kami dapatkan barangnya, sudah rapat di Surabaya, tetapi izinnya belum keluar dari pertanian. Langsung kami suruh balik semua."

Kasus ini menunjukkan urgensi pengawasan yang ketat terhadap impor pangan di Indonesia, terutama untuk menjaga swasembada pangan.

Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille, Klub Penuh Prestasi di Prancis

Tindakan dan Kerjasama dengan Aparat Hukum

Kementerian Pertanian telah bekerja sama dengan aparat hukum untuk menyelidiki lebih lanjut para pelaku di balik impor beras ilegal. Amran menyebutkan, "Pihaknya menggandeng aparat hukum untuk mendalami pelaku impor beras ilegal tersebut, adapaun pengusutan saat ini masih terus dilakukan."

Dugaan awal menunjukkan bahwa beras ilegal ini berasal dari Thailand dan Vietnam, yang menambah kompleksitas bagi penanganan kasus ini.

Pemerintah berkomitmen untuk menindak tegas praktik impor ilegal dengan harapan dapat memberikan efek jera kepada pelanggar dan meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi yang ada.

Kondisi Stok Pangan di Sabang

Menteri Amran juga mengungkapkan bahwa stok pangan di daerah Sabang dalam kondisi mencukupi. Ia menyampaikan, "Beras kita di sana cukup besar. Ada hampir 402 ton untuk 3 bulan, siap."

Pernyataan tersebut mencerminkan optimisme pemerintah dalam mencapai swasembada pangan meskipun dihadapkan pada isu impor ilegal. Amran menambahkan, "Ini adalah kehormatan bangsa kalau kita bisa berdaulat pangan."

Dengan surplus stok yang ada, pemerintah berharap masyarakat akan mendapatkan akses beras berkualitas tanpa bergantung pada beras impor ilegal.

Baca juga: Menciptakan Suasana Nyaman di Kamar Kecil

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU