Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa guru-guru di Indonesia perlu meningkatkan kompetensi dalam beberapa bidang, khususnya sains dan bahasa asing.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Menandai Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang
Ketersediaan fasilitas pembelajaran modern di sekolah-sekolah menjadi langkah strategis yang harus diterapkan untuk mengatasi masalah ini.
Kekurangan Kompetensi Guru
Dalam kunjungannya ke SMPN 4 Kota Bekasi pada 19 November 2025, Prabowo mengungkapkan, 'Kita tahu guru perlu ditatar dan kita tahu ada beberapa mata pelajaran di mana guru-guru kita kurang kompetensinya.'
Mata pelajaran yang menjadi perhatian mencakup Bahasa Inggris, Matematika, Biologi, Kimia, dan Fisika. Kekurangan dalam kompetensi ini berpotensi mempengaruhi kualitas pendidikan di Indonesia.
Tingginya tuntutan untuk mempersiapkan siswa dengan pengetahuan yang sesuai membuat kompetensi guru menjadi faktor krusial dalam proses pendidikan.
Inisiatif Digitalisasi Pembelajaran
Pemerintah berencana untuk mengimplementasikan program digitalisasi pendidikan yang mencakup penyediaan papan interaktif digital atau Interactive Flat Panel (IFP) di sekolah-sekolah.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Menuai Kritik
'Kita akan segera buka studio di Jakarta. Guru-guru akan memberi pelajaran ke semua sekolah di Indonesia,' ungkap Prabowo, menandakan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pengajaran.
Dengan adanya material pembelajaran yang dapat diakses secara gratis, diharapkan dapat menjamin pemerataan pendidikan yang berkualitas di seluruh Indonesia.
Peluncuran Program Digitalisasi Pendidikan
Pada kesempatan tersebut, Prabowo meluncurkan Program Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas yang bertujuan mempercepat transformasi digital di bidang pendidikan.
Program ini dirancang untuk menciptakan layanan pembelajaran yang lebih interaktif, menyenangkan, dan memberi kesempatan yang merata bagi siswa di berbagai daerah.
'Alhamdulillah, panel ini kita harapkan untuk bisa membantu semua siswa di seluruh Indonesia untuk belajar lebih baik, belajar lebih semangat,' tambah Prabowo.
Hingga saat ini, program telah disebar ke sekitar 288.865 sekolah, dengan 173.000 di antaranya telah menerima fasilitas tersebut.
Baca juga: Perekrutan Kiper Baru oleh Manchester United dan Manchester City Jelang Penutupan Bursa Transfer
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: