Kedatangan debt collector ke rumah Sarwendah baru-baru ini mengundang perhatian publik yang cukup besar, terutama karena nama Ruben Onsu terkait dalam insiden ini.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Dugaan Penghasutan Massal yang Memicu Kontroversi
Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, menyatakan bahwa permasalahan ini hanyalah isu kecil yang dipolitisasi oleh berbagai pihak untuk kepentingan tertentu.
Kronologi Insiden
Dalam beberapa waktu terakhir, rumah Sarwendah dikunjungi oleh debt collector terkait tunggakan pembayaran yang mereka anggap sudah terlambat. Menurut pernyataan Minola, keterlambatan ini disebabkan oleh masalah teknis dan bukan merupakan tanda adanya kredit macet.
Setelah mendengar mengenai tagihan yang bermasalah tersebut, Ruben Onsu segera bertindak untuk menyelesaikannya. Akan tetapi, keterlambatan kecil ini tampaknya menarik perhatian publik yang lebih luas dari yang seharusnya.
Minola menjelaskan bahwa seharusnya ada prosedur penagihan yang diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang seharusnya diikuti oleh debt collector, namun dalam kasus ini prosedur tersebut tidak diterapkan.
Baca juga: Pihak Unisba dan Unpas Bantah Keterlibatan TNI-Polri di Kampus Saat Kericuhan
Prosedur Penagihan yang Tidak Dipatuhi
Dalam pernyataannya, Minola mengkritik penggunaan metode yang diterapkan oleh debt collector. Ia menyebutkan, "Kalau memang konferensi pers-nya itu berkaitan dengan masalah tata cara tagih DC-nya yang melawan hukum...".
Dia juga menekankan bahwa, sebaiknya pihak Sarwendah tidak terburu-buru untuk melaporkan insiden ini ke media. Menurutnya, langkah yang lebih tepat adalah mengirim somasi kepada debt collector jika pihaknya merasa dirugikan.
Minola menyebutkan bahwa pelanggaran terhadap prosedur penagihan tidak hanya dapat menciptakan keresahan bagi Ruben tetapi juga bagi masyarakat luas.
Aspek Keamanan dan Reputasi
Minola juga menyoroti pentingnya aspek keamanan di kediaman Sarwendah. Ia mengungkapkan bahwa jika prosedur keamanan dilaksanakan dengan baik, seharusnya debt collector tidak dapat memasuki area rumah.
Lebih lanjut, ia mencurigai adanya agenda untuk menjatuhkan kliennya dengan cara tampak seolah-olah Ruben melakukan kesalahan. Ia menegaskan bahwa Ruben selalu memenuhi kewajiban pembayaran setiap bulannya.
Dalam hal ini, Ruben Onsu menegaskan bahwa masalah yang terjadi sudah diselesaikan dan meminta semua pihak untuk tidak lagi membahas perkara ini di media, "Udah selesai urusannya. Janganlah yang seperti itu...".
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo Karena Kondisi Jakarta
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: