Rabu, 19 NOVEMBER 2025 • 18:35 WIB

Fenomena Belanja Online dan Implikasinya terhadap Keuangan Pribadi

Author

Fenomena Belanja Online dan Implikasinya terhadap Keuangan Pribadi

Belanja online semakin menjadi kebiasaan sehari-hari masyarakat, namun banyak yang terjebak dalam pembelian tak terencana. Fenomena ini menciptakan masalah baru, terutama dalam pengelolaan keuangan.

Baca juga: Kemenperin Konfirmasi iPhone 17 Belum Ajukan Izin Penjualan di Indonesia

Dari diskon menarik hingga iklan yang menggoda, hal-hal ini sering kali memicu keputusan berbelanja yang impulsif. Mari kita lihat lebih dalam kenapa ini bisa terjadi.

Pengaruh Iklan dan Diskon

Iklan yang terus menerus keluar di media sosial memiliki dampak besar terhadap keputusan belanja. Banyak orang merasa tertekan untuk membeli suatu produk hanya karena melihatnya berulang kali.

Diskon yang terlihat besar juga menjadi daya tarik tersendiri. Sering kali, orang membeli barang hanya karena diskon, padahal mereka tidak membutuhkannya sama sekali.

Baca juga: Penghentian Tunjangan Perumahan Anggota DPR: Tanggapan dan Komitmen Reformasi

Faktor Emosional

Belanja online sering kali dikaitkan dengan suasana hati. Ketika seseorang merasa stres atau bingung, belanja online bisa menjadi pelarian yang dianggap menyenangkan.

Tapi sebenarnya, sebagian besar orang tidak menyadari bahwa perasaan ini justru membawa mereka ke dalam siklus pengeluaran yang tidak sehat. Ketika belanja menjadi pelarian, kontrol diri bisa hilang.

Kemudahan dan Aksesibilitas

Sekarang, berbelanja online semakin mudah dengan aplikasi yang bisa diakses kapan saja. Hal ini membuat impuls belanja semakin sulit untuk dikendalikan.

Proses checkout yang simpel tentu saja hanya memperkuat kebiasaan belanja impulsif, apalagi jika ada satu-click purchase. Tanpa terasa, saldo di rekening bisa berkurang drastis.

Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens dari Royal Antwerp

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU