Rabu, 19 NOVEMBER 2025 • 17:50 WIB

FIFA Pertimbangkan Sanksi Lebih Berat untuk Asosiasi Sepakbola Malaysia Terkait Skandal Naturalisasi

Author

FIFA Pertimbangkan Sanksi Lebih Berat untuk Asosiasi Sepakbola Malaysia Terkait Skandal Naturalisasi

FIFA mengindikasikan kemungkinan adanya sanksi yang lebih berat bagi Asosiasi Sepakbola Malaysia (FAM) dalam kasus skandal naturalisasi pemain. Laporan terbaru menunjukkan bahwa FAM tidak memiliki dasar yang kuat untuk mengajukan banding.

Baca juga: Pihak Unisba dan Unpas Bantah Keterlibatan TNI-Polri di Kampus Saat Kericuhan

Laporan sepanjang 63 halaman yang dirilis FIFA pada 18 November 2025 menjelaskan bahwa tujuh pemain naturalisasi Malaysia terbukti menggunakan dokumen palsu untuk mendapatkan kewarganegaraan.

Latar Belakang Kasus Skandal Naturalisasi

FAM harus menghadapi konsekuensi serius setelah FIFA menjatuhkan sanksi dalam kasus naturalisasi yang melibatkan tujuh pemainnya. Para pemain tersebut adalah Gabriel Palmero, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Hector Hevel, dan Jon Irazabal, yang dihukum karena tidak memiliki darah keturunan Malaysia.

FIFA telah mengenakan denda sebesar 350 ribu Swiss Franc, setara dengan sekitar Rp 7,3 miliar, kepada FAM. Selain itu, FIFA juga melarang ketujuh pemain ini beraktivitas selama 12 bulan terhitung sejak 26 September.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Eko Patrio Setelah Kontroversi Video Parodi

Detail Laporan dan Penyelidikan FIFA

Laporan FIFA mengungkapkan bahwa penyelidikan yang dilakukan menemukan bukti penggunaan dokumen palsu oleh para pemain tersebut. Selain dokumen, komunikasi yang dilakukan melalui aplikasi WhatsApp juga dijadikan bukti pendukung dalam penyelidikan.

Berdasarkan hasil temuan ini, FIFA menyimpulkan bahwa FAM tidak memiliki alasan yang kuat untuk menggugat keputusan tersebut. Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa organisasi sepakbola Malaysia ini mungkin akan menghadapi hukuman yang lebih berat.

Implikasi dan Potensi Sanksi Lebih Berat

Media lokal melaporkan bahwa FAM kini berada dalam situasi yang sangat sulit, dan FIFA siap mengambil langkah sanksi yang lebih ketat. Jika bukan karena prinsip non reformatio in pejus dalam Kode Disiplin FIFA, hukuman yang lebih berat pasti sudah akan dijatuhkan.

Sebagai perbandingan, pada tahun 2016, Timor Leste pernah dijatuhi hukuman berat yang mencakup pembatalan semua pertandingan Kualifikasi Piala Asia akibat skandal serupa. Ini menimbulkan kekhawatiran bahwa Timnas Malaysia juga akan dicoret dari ajang Kualifikasi Piala Asia 2027, meski saat ini performa mereka menunjukkan tren positif.

Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat untuk Polisi Terluka dalam Demonstrasi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU