Rabu, 19 NOVEMBER 2025 • 17:41 WIB

Dinas Lingkungan Hidup Bekasi Gelar Uji Emisi di Kaliabang Bahagia Akibat Debu Hitam

Author

Dinas Lingkungan Hidup Bekasi Gelar Uji Emisi di Kaliabang Bahagia Akibat Debu Hitam

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi melaksanakan uji emisi di tiga lokasi di Kaliabang Bahagia, Medan Satria, menyusul keluhan warga mengenai debu hitam pekat yang mengotori area tersebut.

Baca juga: Kasus Tragis Pengemudi Ojek Online Terlibat Oknum Anggota Brimob Menuju Jalur Pidana

Pihak DLH mengambil langkah ini setelah menerima laporan adanya debu yang menempel pada rumah dan kendaraan warga selama sebulan terakhir.

Uji Emisi di Tiga Lokasi

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, Kiswatiningsih, mengonfirmasi bahwa uji emisi dilakukan pada tanggal 13 dan 14 November 2025. Tiga lokasi yang dipilih mencakup area permukiman serta dua usaha terdekat.

Hasil dari uji emisi ini diperkirakan akan keluar dalam waktu 14 hari. Kiswatiningsih menjelaskan, 'Atas tahapan dan rangkaian hasil uji, nantinya kami bisa menetapkan perusahaannya dan menindak sesuai ketentuan perundangan yang berlaku.'

DLH Bekasi telah melakukan pemeriksaan khusus terhadap salah satu perusahaan makanan di wilayah tersebut. Perusahaan tersebut mengakui adanya masalah pada cerobong asapnya yang dapat menyebabkan pencemaran.

Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Terima Pimpinan Serikat Pekerja Bahas RUU dan Aksi Demonstrasi Buruh

Kekhawatiran Warga

Warga di Kaliabang Bahagia, khususnya di Kelurahan Pejuang, menunjukkan kekhawatiran yang mendalam mengenai dampak kesehatan dari debu hitam ini. Debu pekat tersebut mengotori teras, dinding, dan halaman rumah mereka setiap pagi.

Fenomena debu hitam ini telah berlangsung selama sebulan, mengganggu kenyamanan lingkungan permukiman. Pemantauan di lapangan menunjukkan meski kondisi cuaca berubah, sisa-sisa abu masih terlihat menempel pada berbagai fasilitas, termasuk kendaraan yang diparkir.

Beberapa warga dan santri di Pondok Pesantren Fathul Baari berusaha menanggulangi masalah ini dengan melakukan pembersihan di area teras mereka. Upaya kolektif tersebut menunjukkan keprihatinan masyarakat yang semakin meningkat.

Langkah Pemerintah dan Harapan Warga

DLH Bekasi bertekad untuk menyelidiki lebih lanjut penyebab kemunculan debu hitam yang mengganggu ini. Kiswatiningsih menyatakan, 'Sudah melakukan pengecekan ke salah satu perusahaan makanan pada 12 November 2025 dan yang bersangkutan mengakui terjadinya kondisi luar biasa pada cerobongnya.'

Warga berharap pemerintah akan mengambil tindakan tegas demi mengatasi masalah ini dan mengembalikan lingkungan mereka ke kondisi bersih. Mereka berharap agar pengawasan dan pemantauan dari pihak DLH dapat mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.

Komitmen dari DLH diharapkan dapat memberikan solusi yang permanen demi keamanan dan kenyamanan warga. Keberlanjutan tindakan ini menjadi harapan entitas lokal agar kualitas hidup di wilayah mereka tetap terjaga.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool di Bursa Transfer Musim Panas 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU