Rabu, 19 NOVEMBER 2025 • 17:35 WIB

Mitos Penggunaan Otak Manusia: Mengurai Kebenaran di Balik Angka 10%

Author

Mitos Penggunaan Otak Manusia: Mengurai Kebenaran di Balik Angka 10%

Mitos yang menyatakan bahwa manusia hanya menggunakan 10% dari otaknya telah tersebar luas dan memperkuat pandangan keliru tentang potensi manusia. Penelitian dalam bidang neurosains menunjukkan bahwa pernyataan tersebut tidaklah benar dan kompleksitas otak jauh lebih dalam dari yang dipikirkan banyak orang.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Banyak yang percaya bahwa sisa otak yang 'tidak terpakai' dapat memberikan kekuatan super jika dimanfaatkan, namun kenyataannya setiap bagian otak memiliki fungsi tertentu dan terlibat dalam berbagai aktivitas sehari-hari.

Asal Usul Mitos 10%

Mitos bahwa manusia hanya menggunakan 10% dari otaknya tampaknya muncul pada awal abad ke-20. Ide ini sering dikaitkan dengan kutipan dari tokoh-tokoh seperti Albert Einstein, meskipun tidak ada bukti konkret mendukung klaim tersebut.

Beberapa spekulasi menyebutkan kesalahpahaman tentang penelitian neurologi awal yang membuat klaim ini muncul. Propaganda dari film dan budaya pop juga semakin memperkuat mitos ini, sehingga lebih diterima di kalangan masyarakat umum.

Apa Kata Ilmu Pengetahuan?

Penelitian neurosains modern menunjukkan hampir semua bagian otak memiliki fungsi. Berbagai area otak terlibat dalam aktivitas seperti berbicara, bergerak, dan merespons lingkungan sekitar.

Baca juga: Novak Djokovic Melangkah ke Semifinal US Open 2025 Setelah Mengalahkan Taylor Fritz

"Tidak ada satu bagian otak yang fungsional yang bisa diabaikan," kata Dr. Barbara Lipska, seorang neuroscientist dari National Institute of Mental Health. Penggunaan teknologi pencitraan otak seperti fMRI juga menunjukkan bahwa kita tidak hanya menggunakan sebagian kecil dari otak kita.

Aktivitas otak terjadi di wilayah yang berbeda secara simultan, tergantung pada kegiatan yang dilakukan, sehingga menegaskan bahwa seluruh bagian otak memiliki peranan dalam berbagai aktivitas yang kita lakukan.

Apa Artinya Ini Untuk Kita?

Mitos ini dapat menimbulkan kesalahpahaman besar tentang potensi manusia, di mana banyak orang mungkin kehilangan motivasi untuk belajar dan mengembangkan diri. Keyakinan bahwa kemampuan mental sudah terbatas sangat merugikan perkembangan individu.

Institusi pendidikan juga dapat terpengaruh oleh anggapan ini, sehingga gagal memberikan pemahaman yang tepat tentang fungsi otak kepada mahasiswa. Kesadaran bahwa otak kita aktif di banyak bidang dapat mendorong individu untuk terus belajar dan berinovasi.

Dengan memahami bahwa berbagai area otak terlibat dalam kegiatan yang berbeda, kita dapat merangsang perkembangan kognitif dan meningkatkan kemampuan yang ada.

Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille, Klub Penuh Prestasi di Prancis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU