Rabu, 19 NOVEMBER 2025 • 13:47 WIB

Pentingnya Pengawasan Daring Anak demi Mencegah Radikalisasi

Author

Pentingnya Pengawasan Daring Anak demi Mencegah Radikalisasi

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengimbau orang tua untuk secara aktif mengawasi aktivitas daring anak-anak mereka. Imbauan ini ditujukan sebagai upaya pencegahan terhadap potensi paparan ideologi radikal dan rekrutmen oleh jaringan terorisme.

Baca juga: Kemenperin Konfirmasi iPhone 17 Belum Ajukan Izin Penjualan di Indonesia

Tindakan ini diperlukan mengingat perkembangan teknologi dan kecenderungan anak-anak yang semakin aktif di media sosial dan platform daring lainnya.Fokus utama adalah pada peran orang tua dalam memberikan pengawasan yang ketat dan bertanggung jawab.

Peran Orang Tua dalam Pengawasan Daring

AKBP Mayndra Eka Wardhana, juru bicara Densus 88 Antiteror Polri, menekankan bahwa orang tua memiliki kendali signifikan terhadap anak-anak mereka. 'Ambil handphone (ponsel) putra-putrinya, secara sidak seperti itu,' ujarnya dalam jumpa pers di Mabes Polri.

Mayndra juga menjelaskan bahwa kelompok teror sering memanfaatkan media sosial dan game online untuk menarik perhatian anak-anak. Oleh karena itu, orang tua diharapkan memahami teknologi agar dapat melakukan pengawasan yang lebih efektif.

Isu penggunaan latar belakang agama dalam doktrinasi anak-anak juga menjadi perhatian. 'Mungkin ada pertanyaan seperti ini ya, 'manakah yang lebih baik antara Pancasila dengan kitab suci?' tambah Mayndra, menunjukkan betapa seriusnya pengaruh ideologi radikal ini terhadap pemikiran anak-anak.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor Transfer

Tanggung Jawab Kementerian dan Peran Media

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) telah mendorong orang tua untuk lebih melek terhadap media. Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kementerian PPPA Ratna Susianawati menekankan pentingnya pemahaman media untuk mendidik anak-anak dalam era modern.

'Orang tua dengan keterbukaan teknologi dan informasi ini, orang tua juga harus dituntut untuk melek media,' ujarnya, menunjukkan pentingnya kesadaran orang tua dalam mengawasi anak-anak mereka.

Ratna mencatat bahwa orang tua sering kali terlambat mendeteksi perubahan perilaku anak, sehingga melibatkan sensitivitas orang tua sangat penting. 'Keluarga menjadi sangat penting,' tegasnya, menekankan peran sentral keluarga dalam melindungi anak dari pengaruh negatif.

Pentingnya Komunikasi dalam Keluarga

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) juga menekankan pentingnya komunikasi antara orang tua dan anak. Ketua KPAI, Margaret Aliyatul, mengingatkan bahwa pengawasan aktivitas anak, baik di dunia nyata maupun di dunia maya, harus terjalin dengan baik.

'Tentu orang tua harus punya komunikasi yang baik dengan anak, jangan abai anak berteman dengan siapa di media sosial,' ungkapnya, menegaskan perlunya keterlibatan aktif orang tua.

Sebagai langkah proaktif, Margaret merekomendasikan orang tua untuk memeriksa grup yang diikuti anak dan untuk memiliki kesepakatan bersama mengenai pemeriksaan perangkat. 'Cek anak bergabung dengan grup apa saja,' pungkasnya, menunjukkan pentingnya keterbukaan dalam komunikasi.

Baca juga: Google Menanggapi Isu Keamanan Phishing pada Layanan Gmail

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU