Senin, 17 NOVEMBER 2025 • 17:37 WIB

Kaitan Antara Perubahan Iklim dan Kesehatan Manusia di Indonesia

Author

Kaitan Antara Perubahan Iklim dan Kesehatan Manusia di Indonesia

Perubahan iklim tidak semata-mata sebuah isu lingkungan, tetapi juga berdampak signifikan terhadap kesehatan manusia. Penelitian menunjukkan adanya hubungan langsung antara perubahan iklim dan meningkatnya prevalensi penyakit baru.

Baca juga: Kemenperin Konfirmasi iPhone 17 Belum Ajukan Izin Penjualan di Indonesia

Fenomena cuaca ekstrem, seperti banjir dan gelombang panas, berpotensi menjadi lingkungan yang kondusif bagi berbagai patogen. Seiring dengan pemanasan suhu global, risiko penyebaran berbagai penyakit semakin meningkat.

Keterkaitan Iklim dan Kesehatan

Banyak pakar kesehatan sepakat bahwa perubahan iklim dapat memicu beragam masalah kesehatan. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), suhu yang meningkat dapat menciptakan kondisi yang lebih ideal bagi penyebaran penyakit infeksi.

Khususnya penyakit yang ditularkan melalui vektor, seperti nyamuk dan tikus. Spesies ini sering kali dapat beradaptasi dengan perubahan suhu dan kelembapan, sehingga meningkatkan potensi penyebaran virus atau bakteri.

Contoh nyata dapat dilihat pada penyebaran malaria dan demam berdarah yang semakin luas di daerah-daerah yang sebelumnya dianggap aman. Fenomena ini menunjukkan bahwa dampak dari perubahan iklim dapat mengubah pola penyebaran penyakit yang sudah ada.

Baca juga: Kerusuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Dampaknya di Kampus

Dampak Cuaca Ekstrem

Cuaca ekstrem, seperti hujan lebat dan kekeringan, memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan masyarakat. Banjir tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga menciptakan lingkungan ideal bagi pertumbuhan patogen.

Di sisi lain, kekeringan menyebabkan krisis air bersih, yang memperburuk kondisi sanitasi. Berdasarkan laporan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hal ini dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit diare dan infeksi saluran pernapasan.

Ketidakpastian cuaca dalam jangka pendek maupun panjang juga meningkatkan tingkat stres di masyarakat, yang berpotensi mempengaruhi kesehatan mental individu.

Perubahan Habitat dan Penyakit Baru

Perubahan habitat akibat aktivitas manusia, seperti deforestasi dan urbanisasi, sama pentingnya untuk dibahas. Perubahan ekosistem dapat memaksa hewan liar untuk berinteraksi lebih dekat dengan manusia, membuka kemungkinan penularan penyakit baru.

Virus seperti rabies dan Ebola, yang awalnya berasal dari hewan, dapat menjangkiti manusia melalui kontak langsung. Fenomena ini menyoroti pentingnya menjaga kelestarian lingkungan untuk mencegah munculnya penyakit zoonotik.

Data dari Komisi Lingkungan Hidup Nasional menunjukkan bahwa menjaga kelestarian hutan dapat mengurangi risiko penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia.

Baca juga: Lima Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU