Senin, 17 NOVEMBER 2025 • 15:40 WIB

Penembakan Tentara Israel Terhadap Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Lebanon

Author

Penembakan Tentara Israel Terhadap Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Lebanon

Tentara Israel dilaporkan melakukan penembakan terhadap Pasukan Penjaga Perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon, terutama di daerah selatan. Serangan ini berasal dari sebuah tank Merkava yang dikerahkan oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF).

Baca juga: Kunto Aji Soroti Perdebatan Selebritas di DPR dan Tantangan Akuntabilitas

Insiden tersebut terjadi pada sore hari dan dilaporkan oleh UNIFIL pada hari Minggu, 16 November 2025. Laporan resmi menyebutkan bahwa tembakan diarahkan dekat posisi Israel di wilayah Lebanon.

Detail Penembakan oleh Tentara Israel

Dalam pernyataan resmi UNIFIL, insiden penembakan dikonfirmasi dengan jelas. "Pagi ini, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menembaki pasukan penjaga perdamaian UNIFIL dari sebuah tank Merkava dari dekat posisi yang didirikan Israel di teritori Lebanon," kata UNIFIL.

Penembakan ini terjadi di tengah ketegangan yang berlangsung di perbatasan Israel dan Lebanon. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa atau cedera akibat serangan tersebut.

Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Dugaan Penghasutan Massal yang Memicu Kontroversi

Pembangunan Tembok di Perbatasan Lebanon

UNIFIL mengungkapkan keprihatinan terkait pembangunan tembok baru oleh Israel di perbatasan Lebanon. "Sebuah tembok beton berbentuk T didirikan oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF) di barat daya Yaroun, membuat 4.000 meter persegi teritori Lebanon tidak bisa diakses oleh warga Lebanon," ungkap laporan UNIFIL.

Bagian tertentu dari dinding tersebut juga dinyatakan merintangi Garis Biru yang ditetapkan oleh PBB, menambah ketegangan di kalangan warga lokal. UNIFIL pun meminta Israel untuk menghormati kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon.

Reaksi Israel Terhadap Tuduhan UNIFIL

Pihak Israel, melalui IDF, menanggapi laporan UNIFIL dengan membantah semua klaim mengenai penerobosan Garis Biru. Mereka menjelaskan bahwa tembok yang dibangun adalah langkah pertahanan yang diperlukan.

"Harus ditekankan tembok itu tidak menerobos Garis Biru," ujar IDF dalam klarifikasinya, menegaskan pentingnya keamanan wilayah mereka pasca-perang pada tahun 2022. Meskipun demikian, ketegangan di perbatasan tetap terlihat, dengan kedua belah pihak menunjukkan ketidakpuasan.

Baca juga: Kunto Aji Ungkap Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Sosial

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU