Senin, 17 NOVEMBER 2025 • 14:36 WIB

Peringatan Hari Pelajar Internasional: Melihat Sejarah dan Makna di Balik Tragedi Praha 1939

Author

Peringatan Hari Pelajar Internasional: Melihat Sejarah dan Makna di Balik Tragedi Praha 1939

Setiap tanggal 17 November, dunia memperingati Hari Pelajar Internasional sebagai penghormatan kepada kontribusi dan peran penting pelajar dalam masyarakat.

Baca juga: Google Menanggapi Isu Keamanan Phishing pada Layanan Gmail

Peringatan ini juga mengingatkan kita akan peristiwa tragis yang dialami oleh mahasiswa dalam perjuangan kebebasan akademik dan hak asasi manusia.

Asal Usul Peringatan: Tragedi Praha 1939

Peringatan Hari Pelajar Internasional dimulai dengan peristiwa kelam di Cekoslowakia pada tahun 1939, saat pendudukan Nazi Jerman berlangsung. Mahasiswa kedokteran mengadakan demonstrasi damai untuk memperingati kemerdekaan Republik Cekoslowakia, namun demonstrasi tersebut berujung pada tindakan kekerasan oleh pasukan pendudukan.

Aksi yang dilakukan oleh mahasiswa menunjukkan keberanian mereka untuk memperjuangkan hak mereka. Meskipun niat awalnya adalah untuk merayakan kemerdekaan, situasi politik yang tegang membuat demonstrasi ini menjadi sebuah tragedi.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool di Bursa Transfer Musim Panas 2025

Dampak Kematian Jan Opletal

Dalam insiden yang terjadi pada 28 Oktober 1939, seorang mahasiswa bernama Jan Opletal terkena tembakan dan meninggal dunia pada 11 November. Kematian Opletal mengundang kemarahan di kalangan mahasiswa, yang kemudian menghadiri prosesi pemakamannya.

Prosesi ini, yang semula bertujuan untuk menghormati Opletal, berubah menjadi demonstrasi anti-Nazi yang signifikan. Aksi tersebut menjadi pernyataan solidaritas mahasiswa untuk memperjuangkan kebebasan akademik.

Reaksi dan Peresmian Hari Pelajar Internasional

Pada 17 November 1939, pasukan Nazi menutup semua institusi pendidikan tinggi di Cekoslowakia dan menangkap lebih dari 1.200 mahasiswa serta dosen. Beberapa dari mereka dieksekusi tanpa pengadilan, menambah kepedihan yang dirasakan di seluruh dunia.

Tragedi ini mendorong Dewan Pelajar Internasional di London pada tahun 1941 untuk mengusulkan agar 17 November ditetapkan sebagai hari mengenang korban dan memperjuangkan hak-hak pelajar. Pengusulan ini menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran akan pentingnya kebebasan akademik dan perlindungan hak asasi manusia.

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU