Minggu, 16 NOVEMBER 2025 • 17:43 WIB

Insiden Ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara Picu Permintaan Pindah Siswa

Author

Insiden Ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara Picu Permintaan Pindah Siswa

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa sejumlah siswa dari SMAN 72 Jakarta Utara meminta untuk pindah sekolah setelah terjadinya insiden ledakan baru-baru ini.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Permohonan pindah tersebut disebabkan oleh trauma yang dialami oleh para siswa pasca insiden, yang berdampak lebih besar dari perkiraan awal.

Pernyataan Gubernur mengenai Trauma Siswa

Dalam pernyataannya setelah meresmikan renovasi Gereja HKI Tanjung Priok pada Minggu, 16 November 2025, Pramono mengatakan, "Kepala sekolah juga menyampaikan ada beberapa siswa yang trauma. Karena trauma minta pindah sekolah, ya tetapi kan ini menjadi persoalan tersendiri."

Ia juga mengungkapkan bahwa dampak dari insiden tersebut jauh lebih besar dari yang diperkirakan. "Ternyata dampaknya juga di luar dugaan saya, banyak siswa yang kemudian minta pindah sekolah," tegas Pramono.

Keprihatinan ini mendorong Pramono untuk meminta Dinas Pendidikan dan pihak sekolah agar segera mencari solusi yang tepat bagi siswa-siswa tersebut.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool di Bursa Transfer Musim Panas 2025

Diskusi Mengenai Kegiatan Belajar Mengajar

Dalam upaya memahami situasi lebih lanjut, Pramono telah bertemu dengan Kepala SMAN 72 untuk membahas langkah selanjutnya. Pihak sekolah berencana mengundang orang tua murid untuk berdiskusi mengenai kegiatan belajar apakah akan dilakukan secara daring atau luring di minggu depan.

Pramono menekankan pentingnya kesiapan dalam melanjutkan kegiatan belajar mengajar. "Tetapi prinsipnya, saya sampaikan kepada ibu kepala sekolah, kalau memang Senin besok sudah siap silakan dibuka, tapi kalau belum siap jangan dipaksakan," ujar Pramono.

Hal ini menunjukkan bahwa pemulihan tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik sekolah, tetapi juga kesehatan mental siswa.

Langkah Dinas Pendidikan untuk Menanggapi Permintaan Pindah

Gubernur juga mengingatkan perlunya untuk merumuskan solusi yang tepat agar dampak psikologis tidak berkepanjangan. "Inilah yang juga menjadi pikiran. Saya sudah minta kepada sekolah dan termasuk Ibu Kepala Dinas, ini dirumuskan secara baik. Karena saya nggak mau kemudian dampaknya sampai panjang," tutup Pramono.

Penting untuk dicatat bahwa insiden semacam ini memerlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, sekolah, dan orang tua dalam mengatasi masalah yang ada.

Keterlibatan semua pihak diharapkan bisa mempercepat proses pemulihan siswa yang terdampak.

Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran BEM SI: ‘Indonesia (C)emas’ Digelar pada 2 September 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU