Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mempercepat penanganan tanggap darurat akibat tanah longsor di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Menuai Kritik
Pernyataan tersebut dikeluarkan setelah bencana longsor terjadi, yang mengakibatkan beberapa korban jiwa dan sejumlah orang dilaporkan hilang.
Perintah Presiden untuk Tanggap Darurat
Dalam pernyataan resmi yang disampaikan oleh Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Budi Irawan, presiden menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kejadian tersebut.
Dia menekankan agar BNPB segera terjun ke lapangan untuk melakukan penanganan yang diperlukan, terutama di daerah Majenang hingga masa tanggap darurat berakhir.
Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama dari Indonesia di Major League Soccer
Rencana Tindakan dan Sumber Daya
Sebanyak 512 personel telah dikerahkan dalam operasi tersebut, termasuk gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, serta berbagai organisasi relawan.
Untuk meningkatkan efektivitas pencarian, BNPB juga menambah jumlah alat berat menjadi delapan unit dan menurunkan anjing pelacak (K9) di area longsor yang terjadi di Desa Cibeunying.
Situasi Terkini dan Tindakan Pencegahan
Pencarian korban dilakukan dengan hati-hati karena cuaca hujan yang sedang hingga ringan dapat memperburuk kondisi dan menambah risiko longsor susulan.
BNPB mengimbau kepada warga agar tetap waspada, mengingat hujan dengan intensitas serupa masih diperkirakan akan terjadi hingga Minggu, 16 November.
Baca juga: Polisi Lakukan Penyelidikan Kasus Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: