Sabtu, 15 NOVEMBER 2025 • 12:29 WIB

Keberadaan Pegunungan Barberton di Afrika Selatan: Situs Geologi Saksi Awal Kehidupan di Bumi

Author

Keberadaan Pegunungan Barberton di Afrika Selatan: Situs Geologi Saksi Awal Kehidupan di Bumi

Pegunungan Barberton di Afrika Selatan merupakan salah satu lokasi geologi tertua di dunia dengan usia batuan mencapai sekitar 3,6 miliar tahun. Kawasan ini menyimpan informasi berharga tentang pembentukan planet dan kehidupan awal di Bumi.

Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Setelah Kematian Pengemudi Ojek Online

Ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada tahun 2018, kawasan ini menegaskan nilai ilmiah dari temuan mikroorganisme purba yang terperangkap dalam lapisan batuannya.

Keunikan Pegunungan Barberton

Pegunungan Barberton, yang juga dikenal dengan nama Pegunungan Makhonjwa, terletak di provinsi Mpumalanga, Afrika Selatan. Kawasan ini memiliki lapisan batuan kuno yang menyimpan bukti geologis awal berharga bagi ilmu pengetahuan yang ada saat ini.

Lapisan batuan yang tergolong dalam Onverwacht Group mencapai ketebalan lebih dari 10 kilometer, merekam aktivitas geologi awal selama periode waktu 300 juta tahun. Penelitian menunjukkan bagaimana kerak bumi terbentuk dalam periode waktu yang panjang itu.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool di Bursa Transfer Musim Panas 2025

Penemuan Ilmiah dan Nilai Geologis

Dalam penelitian yang dipublikasikan di American Journal of Science, Donald R. Lowe dan Gary R. Byerly menemukan bukti deformasi tektonik dan jejak tumbukan meteorit yang berperan penting dalam pembentukan kerak bumi. 'Kondisi awal Bumi jauh lebih dinamis dan keras dibandingkan sekarang,' ungkap Lowe.

Batuan ultramafik atau komatiit yang ditemukan di lokasi ini mengindikasikan bahwa magma pada zaman purba sangat panas, dengan suhu mencapai lebih dari 1.600 derajat Celsius. 'Fakta ini menegaskan bahwa mantel bumi zaman purba lebih panas dan lebih aktif secara vulkanik,' tambah para peneliti.

Tantangan dalam Konservasi

Meskipun pegunungan ini memiliki nilai ilmiah yang sangat tinggi, lebih dari 40 persen situs geologi di Barberton tidak dilindungi oleh zona perlindungan resmi. Aktivitas tambang emas dan penebangan yang tidak terkendali berpotensi mengancam keberadaan lapisan batuan berharga ini.

Upaya konservasi sedang dilaksanakan oleh pemerintah Afrika Selatan bersinergi dengan lembaga internasional. 'Kami terus berupaya menjaga warisan ini agar tetap terjaga untuk penelitian di masa depan,' ujar seorang juru bicara pemerintahan setempat.

Baca juga: Kerusuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Dampaknya di Kampus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU