Penemuan Penelitian Terbaru: Mayoritas Penderita Tuberkulosis Tidak Mengalami Batuk yang Menetap
Lebih dari 80 persen penderita tuberkulosis (TB) tidak mengalami batuk menetap, sebuah fakta yang mengejutkan mengingat gejala ini sering dianggap sebagai tanda utama TB.
Baca juga: Korea Selatan Bersiap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Penelitian terbaru oleh Amsterdam UMC dan Amsterdam Institute for Global Health and Development mengungkapkan bahwa 82,8 persen pasien TB tidak memiliki batuk yang berlangsung lama.
Temuan Penelitian dan Dampaknya
Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal The Lancet Infectious Diseases, yang menganalisis data lebih dari 600 ribu orang di Afrika dan Asia.
Studi menyimpulkan bahwa 62,5 persen pasien tidak mengalami batuk sama sekali, yang menjadi pertanda mengkhawatirkan mengenai penularan penyakit ini.
Baca juga: Google Menanggapi Isu Keamanan Phishing pada Layanan Gmail
Kesenjangan dalam Diagnosa dan Penanganan
Frank Cobelens, Profesor Kesehatan Global di Amsterdam UMC, menyatakan, 'Hasil kami menunjukkan alasan mengapa, meskipun upaya besar untuk mendiagnosis dan mengobati penyakit ini, beban TB di Afrika dan Asia hampir tidak menurun.'
Ia juga mengungkapkan adanya kesenjangan signifikan antara 10,6 juta orang yang terjangkit TB dengan hanya 7,5 juta kasus yang tercatat oleh otoritas kesehatan pada tahun 2022.
Kebutuhan untuk Pendekatan Baru dalam Skrining
Cobelens menegaskan pentingnya memperbarui pendekatan dalam mendeteksi penyakit TB, 'Batuk yang menetap sering menjadi pintu masuk diagnosis, tetapi jika 80 persen penderita TB tidak mengalaminya, diagnosis akan terjadi lebih lambat.'
Dia menambahkannya bahwa banyak pasien TB mungkin tidak terdiagnosis sama sekali, sehingga penularan dapat terjadi tanpa terdeteksi.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: