Dua kontainer berisi produk alas kaki asal Indonesia baru-baru ini ditolak oleh Amerika Serikat setelah diduga terpapar zat radioaktif Cesium-137 (Cs-137).
Baca juga: Kemenperin Konfirmasi iPhone 17 Belum Ajukan Izin Penjualan di Indonesia
Pengembalian ini dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dari Food and Drug Administration (FDA) AS yang menunjukkan tanda-tanda adanya kontaminasi.
Sumber Kontaminasi Cs-137
Ketua Bidang Diplomasi dan Komunikasi Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Kerawanan Bahaya Radiasi Radionuklida Cs-137, Bara Krishna Hasibuan, menyebutkan bahwa produk alas kaki tersebut diproduksi di pabrik yang terletak di Cikande.
Pabrik tersebut berada sekitar lima kilometer dari PT Peter Metal Technology (PT PMT), yang diduga menjadi sumber utama kontaminasi Cs-137.
Informasi ini mengindikasikan adanya potensi risiko bagi produk yang berasal dari wilayah berdekatan dengan sumber radioaktif tersebut.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille, Klub Penuh Prestasi di Prancis
Proses Pengembalian Kontainer
Dua kontainer sepatu asal Indonesia kini telah kembali ke Tanah Air. Kontainer pertama tiba sebulan lalu, tetapi belum menjalani pemeriksaan karena belum diproses oleh pihak produsen.
Kontainer kedua, yang tiba pada 29 Oktober 2025, menerima notifikasi terkait potensi kontaminasi. Meskipun hasil pemeriksaan awal di bagian luar tidak menemukan adanya kontaminasi, pengujian tetap dilanjutkan untuk memeriksa isi kontainer tersebut.
Proses pemeriksaan ini dilakukan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memastikan keamanan produk.
Dugaan Kontaminasi Bersamaan
Bara Krishna Hasibuan menegaskan bahwa dugaan kontaminasi produk alas kaki ini muncul bersamaan dengan temuan cemaran radioaktif pada produk udang dan cengkeh beberapa waktu lalu.
Pihak berwenang menunjukkan adanya kemungkinan bahwa insiden kontaminasi terjadi dalam waktu yang bersamaan, menandakan adanya masalah yang lebih luas tentang keamanan produk makanan dan barang konsumsi.
Langkah-langkah yang diambil oleh otoritas terkait diharapkan dapat mencegah adanya produk berpotensi berbahaya yang masuk ke pasar.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Insiden Perampokan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: