Senin, 10 NOVEMBER 2025 • 19:57 WIB

Pengungkapan Sumber Air Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan di Indonesia

Author

Pengungkapan Sumber Air Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan di Indonesia

Sebanyak delapan perusahaan air minum dalam kemasan (AMDK) terbesar di Indonesia, termasuk Aqua, mengungkapkan sumber air yang digunakan dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI pada tanggal 10 November 2025.

Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Pengungkapan ini memicu pertanyaan mengenai jenis sumber air yang digunakan oleh setiap perusahaan, apakah berasal dari mata air pegunungan atau sumur bor.

Detail Sumber Air Perusahaan AMDK

Dalam rapat tersebut, terungkap bahwa empat dari delapan perusahaan yang hadir mengaku mengambil air minum dari mata air pegunungan, sedangkan empat perusahaan lainnya reliant pada sumur bor atau air tanah.

Perusahaan yang menggunakan mata air pegunungan di antaranya adalah PT Panfila Indosari (RON 88), PT Muawanah Al Ma'soem (Al Masoem), PT Super Wahana Techno (Pristine), dan PT Tirta Investama (Aqua).

PT Panfila Indosari menyatakan bahwa sumber air mereka berasal dari mata air Pegunungan Mandalawangi yang terletak di Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, dan mengklaim tidak menggunakan pengeboran untuk mendapatkannya.

Di sisi lain, PT Muawanah Al Ma'soem mengungkapkan bahwa mereka mengambil air dari mata air Gunung Manglayang yang berjarak sekitar 6 km dari fasilitas produksi di Cileunyi, Kabupaten Bandung.

Konfirmasi Sumber dari Produsen Lain

Pada kesempatan yang sama, PT Super Wahana Techno mengonfirmasi bahwa mereka mengambil air dari mata air Gunung Pangrango yang terletak di Kabupaten Bogor.

Baca juga: Polisi Lakukan Penyelidikan Kasus Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni

Direktur PT Super Wahana Techno, Edwin, menegaskan bahwa semua air yang digunakan perusahaan mereka sepenuhnya berasal dari sumber tersebut.

Sebaliknya, PT Tirta Fresindo Jaya (Le Minerale) dan PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) menyatakan bahwa mereka mendapatkan air melalui sumur bor.

PT Jaya Lestari Sejahtera (Le Yasmin) juga mencatat bahwa mereka menggunakan air dari sumur bor di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, dengan kedalaman sumur berkisar antara 100 hingga 120 meter.

Ikhtisar Sumber Air Perusahaan

Pengungkapan dari delapan perusahaan air minum ini memberikan transparansi yang signifikan mengenai sumber-sumber air yang digunakan dalam produksi.

Dari semua perusahaan yang terlibat, PT Panfila Indosari (RON 88) mengambil air dari mata air Pegunungan Mandalawangi; PT Muawanah Al Ma'soem (Al Masoem) dari Gunung Manglayang; PT Super Wahana Techno (Pristine) dari Gunung Pangrango; dan PT Tirta Investama (Aqua) dari beberapa gunung.

Sementara itu, PT Amidis Tirta Mulia, PT Tirta Fresindo Jaya, PT Sariguna Primatirta Tbk, dan PT Jaya Lestari Sejahtera memperoleh air dari sumber tanah melalui sumur bor yang mereka miliki.

Transparansi ini diharapkan mampu membantu konsumen memahami dengan lebih baik mengenai asal-usul produk yang mereka konsumsi.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool di Bursa Transfer Musim Panas 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU