Senin, 10 NOVEMBER 2025 • 15:17 WIB

Pemberian Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto: Tanggapan Fadli Zon dan Keluarga Gus Dur

Author

Pemberian Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto: Tanggapan Fadli Zon dan Keluarga Gus Dur

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa kehadiran keluarga Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, menunjukkan dukungan terhadap pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soeharto.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor Transfer

Pernyataan ini disampaikan Fadli Zon setelah acara penyematan gelar pahlawan nasional di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

Pernyataan Fadli Zon mengenai Kehadiran Keluarga Gus Dur

Fadli Zon, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK), mengungkapkan, 'Kalau saya lihat kehadiran dari Ibu Sinta Nuriyah, Ibu Sinta Nuriyah kan istri Presiden Gus Dur. Ada Ibu Yenny, ada cucu-cucunya. Itu menandakan, dan tadi juga beliau menyampaikan sangat senang dan sangat apresiatif.'

Pernyataan tersebut dibuat setelah menyaksikan kehadiran anggota keluarga Gus Dur di acara kunci, yang menunjukkan sikap positif mereka terhadap keputusan tersebut.

Meskipun demikian, pernyataan ini muncul dalam konteks penolakan yang datang dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU) dan tokoh-tokoh terkemuka, termasuk KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus.

Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Pertimbangan Penting untuk Pelari

Tanggapan Fadli Zon tentang Isu Pelanggaran HAM

Fadli Zon juga memberikan komentarnya terkait isu pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang sering dinyatakan terkait dengan Soeharto.

Ia mengungkapkan keyakinannya bahwa tuduhan pelanggaran HAM tersebut tidak pernah terbukti, dengan menyatakan, 'Ya tadi seperti Anda bilang, kan namanya dugaan (pelanggaran HAM berat). Iya, dugaan, itu kan tidak pernah terbukti juga.'

Fadli mencatat bahwa berbagai proses hukum yang berhubungan dengan isu tersebut telah berjalan dan tidak menemukan fakta yang mendukung akusasi terhadap Soeharto secara langsung.

Reaksi Keluarga Gus Dur terhadap Pemberian Gelar

Alissa Wahid, putri sulung Gus Dur, menjelaskan posisi keluarga mereka terkait acara tersebut.

'Tidak ada hubungannya. Gus Dur menerima penghargaan karena jejaknya sebagai pejuang demokrasi yang dimulai sejak masih menjadi kyai dan penggerak masyarakat sipil. Bukan sebagai Presiden,' tutur Alissa.

Lebih lanjut, diketahui bahwa pemberian gelar pahlawan nasional ini didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025, yang ditetapkan pada tanggal 6 November 2025.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Insiden Perampokan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU