Banyak individu kesulitan untuk menghentikan aktivitas scrolling di media sosial, meskipun mereka merasakan kelelahan setelah berjam-jam melakukannya. Fenomena ini dipengaruhi oleh berbagai faktor psikologis dan sosial yang membuat kita terjebak di dunia maya.
Baca juga: Pimpinan DPR RI Terima Aspirasi Mahasiswa Terkait Demonstrasi dan Tunjangan Anggota
Sosial media sering kali membentuk persepsi tertentu tentang kehidupan yang ideal, serta menciptakan ketergantungan yang sulit untuk dihindari. Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa penyebab utama yang mendasari kesulitan tersebut.
Ketidakpuasan yang Diciptakan oleh Sosial Media
Sosial media seringkali memunculkan gambar kehidupan yang ideal, yang tidak selalu mencerminkan kenyataan. Konten yang diunggah oleh pengguna sering kali menampilkan momen-momen terbaik dari hidup mereka.
Hal ini dapat menyebabkan rasa ketidakpuasan karena kita cenderung membandingkan hidup kita dengan standar yang ditampilkan. Seiring berjalannya waktu, perasaan tidak cukup baik ini mengarahkan individu untuk mencari pengakuan melalui interaksi di sosial media.
Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Dopamin dan Kimia Otak
Penggunaan sosial media turut memengaruhi kimia otak. Ketika kita menerima 'like' atau komentar positif, otak kita memproduksi dopamin, zat kimia yang berfungsi sebagai penghargaan.
Ini menciptakan siklus positif dan mendorong kita untuk terus berinteraksi dan mengunggah konten baru, meskipun kita merasa lelah. Oleh karena itu, meskipun mengalami kelelahan, ketidakmampuan untuk menghentikan kebiasaan ini tetap ada.
Faktor Sosial dan Keterhubungan
Di era digital ini, sosial media menjadi sarana utama untuk tetap terhubung dengan orang lain. Saat individu merasa terasing atau sendirian, sosial media dapat berfungsi sebagai pelarian yang diperlukan.
Interaksi sosial ini berkontribusi pada perasaan kebersamaan sekaligus memicu rasa ketergantungan, sering kali mendorong individu untuk terus melakukan scrolling meskipun mereka menyadari bahwa aktivitas tersebut cukup menguras energi.
Baca juga: Google Menanggapi Isu Keamanan Phishing pada Layanan Gmail
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: