Usulan untuk mengangkat Soeharto, Presiden kedua Republik Indonesia, sebagai pahlawan nasional mendapatkan dukungan signifikan dari hampir seluruh fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Pernyataan ini disampaikan oleh putri keempat Soeharto, Titiek Soeharto, setelah kunjungan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Karanganyar.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia untuk Memperkuat Timnas
Titiek Soeharto menyatakan rasa syukur keluarganya atas dukungan tersebut, meskipun mencatat bahwa hanya satu fraksi yang mungkin tidak setuju. 'Alhamdulillah kami bersyukur dari keluarga, bersyukur kalau pemerintah berkenan,' ujarnya.
Respon Positif terhadap Usulan Pahlawan Nasional
Dukungan Titiek Soeharto terhadap pengusulan ayahnya menjadi pahlawan nasional terlihat jelas setelah berziarah ke makamnya di Giribangun, Karanganyar. Ia mengungkapkan, 'Dengan dukungan masyarakat seluruhnya berkenan untuk memberikan gelar pahlawan nasional untuk almarhum Pak Harto.'
Kunjungan tersebut melambangkan rasa syukur keluarga atas perhatian yang serius terhadap usulan ini. Titiek menekankan bahwa pengakuan tersebut menunjukkan dukungan substansial dari berbagai pihak.
Hal ini sejalan dengan harapan keluarga untuk melihat Soeharto mendapatkan pengakuan sebagai pahlawan nasional yang telah berkontribusi bagi bangsa.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas
Dukungan di DPR dan Fraksi yang Menolak
Meskipun mendapatkan dukungan luas, Titiek mengungkapkan masih ada satu fraksi di DPR yang menolak usulan tersebut. Ia mengungkapkan, 'Nggak dibahas, semua fraksi sudah setuju cuma kecuali mungkin satu fraksi yang enggak.'
Pernyataan ini menunjukkan bahwa ketidaksepakatan di antara partai politik masih ada terkait pengakuan Soeharto sebagai pahlawan nasional. Namun, tidak dijelaskan secara rinci fraksi mana yang menolak.
Keterganjalan ini mencerminkan dinamika politik yang kompleks di Tanah Air sehubungan dengan pengakuan tokoh-tokoh sejarah seperti Soeharto.
Proses Pengusulan Pahlawan Nasional
Kementerian Sosial (Kemensos) Indonesia juga mengajukan 40 nama tokoh nasional untuk dipertimbangkan sebagai pahlawan nasional. Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengonfirmasi bahwa banyak dari nama tersebut merupakan hasil pembahasan yang telah dilakukan selama beberapa tahun.
Proses penetapan calon pahlawan dilakukan melalui seleksi berlapis yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari masyarakat hingga tim ahli di tingkat pusat. Hal ini menjadi salah satu langkah untuk memastikan bahwa pengakuan pahlawan nasional dilakukan secara adil dan transparan.
Selain Soeharto, beberapa nama tokoh lain yang diusulkan antara lain Abdurrahman Wahid, aktivis buruh Marsinah, dan Jenderal (Purn) M. Jusuf.
Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Pertimbangan Penting untuk Pelari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: