Pada Jumat, 7 November 2025, sebuah ledakan terjadi di SMAN 72 yang terletak di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Sumber ledakan dan jumlah korban jiwa hingga saat ini belum dapat dipastikan, sementara petugas keamanan telah melakukan sterilisasi area.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Tetap Melanjutkan Perjalanan ke China
Kejadian ini mengguncang masyarakat setempat, khususnya orang tua siswa yang sedang menunggu di depan gerbang sekolah. Petugas kepolisian dan militer dikerahkan untuk mengatasi situasi dan menjaga keamanan di lokasi.
Kronologi Kejadian
Pada pukul 13.45 WIB, ledakan mengguncang area sekolah saat siswa-siswa sedang melaksanakan shalat Jumat. Tim evakuasi berhasil membawa para siswa keluar dari sekolah dalam keadaan aman.
Sesuai pemantauan, para orang tua murid terlihat berkumpul di depan gerbang untuk menunggu kepulangan anak mereka setelah insiden yang mengejutkan ini.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool di Bursa Transfer Musim Panas 2025
Tindakan Keamanan
Setelah ledakan, pasukan Korps Brimob dan Polisi Militer Angkatan Laut segera tiba di lokasi untuk melakukan sterilisasi. Petugas kepolisian menginstruksikan warga untuk menjauh dari kawasan sekolah dengan radius 50 meter.
Garis pembatas dipasang untuk menjaga area tersebut, sementara sebuah mobil ambulans terlihat melintas keluar dari area sekolah usai kejadian.
Pernyataan Warga dan Penyelidikan
Seorang warga yang berada di lokasi menjelaskan bahwa ledakan terjadi saat siswa sedang melaksanakan shalat Jumat, mengungkapkan, "Tadi sempat bisa sampai depan sekolah, tapi pas Brimob sampai langsung disterilkan."
Ia menambahkan, “Lagi olah TKP katanya. Ngecek mana isu yang benar.” Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait insiden tersebut dan belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab pasti dari ledakan ini.
Baca juga: Lima Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: