Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkapkan bahwa kehancuran di Jalur Gaza telah mencapai 81 persen akibat serangan berkelanjutan oleh Israel sejak Oktober 2023.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Data tersebut disampaikan oleh juru bicara PBB, Farhan Haq, yang merujuk pada laporan dari Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA).
Kondisi Kehancuran Jalur Gaza
Menurut analisis terbaru yang dilakukan oleh pusat satelit PBB, sekitar 81 persen dari seluruh bangunan di Jalur Gaza telah mengalami kerusakan berat.
Farhan Haq menyatakan bahwa Gaza Utara melaporkan kenaikan kerusakan paling signifikan sejak Juli 2025, dengan hampir 5.700 bangunan terkena dampak langsung serangan tersebut.
Data Kerusakan yang Merata
Lebih dari 123.000 bangunan di sepanjang Jalur Gaza telah teridentifikasi hancur, sementara sekitar 50.000 bangunan mengalami kerusakan parah atau sedang.
Baca juga: Lima Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian
Di samping itu, terdapat sekitar 24.000 bangunan yang kemungkinan juga mengalami kerusakan.
PBB selanjutnya melaporkan bahwa pekerjaan renovasi mulai dilakukan di empat sekolah yang terkena dampak, dan dalam tiga hari terakhir, lima ruang belajar sementara telah dibuka kembali di Kota Gaza.
Dampak pada Masyarakat dan Kebutuhan Mendatang
Farhan Haq mengungkapkan, 'Peningkatan respons bantuan yang sedang berlangsung memberi dampak positif bagi masyarakat di seluruh wilayah Jalur Gaza.'
Meski demikian, dia menegaskan bahwa masih banyak yang perlu dilakukan untuk memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat yang terus menderita akibat konflik.
Hingga saat ini, lebih dari 68.000 warga Palestina dilaporkan tewas karena agresi ini, sementara jutaan orang lainnya terpaksa mengungsi.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Eko Patrio Setelah Kontroversi Video Parodi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: