Selasa, 04 NOVEMBER 2025 • 18:09 WIB

Warung Bakso Remaja Gading Dinyatakan Halal Setelah Pemeriksaan Laboratorium

Author

Warung Bakso Remaja Gading Dinyatakan Halal Setelah Pemeriksaan Laboratorium

Warung Bakso Remaja Gading yang terletak di Solo, Jawa Tengah, kini dinyatakan halal setelah hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan tidak adanya kandungan bahan non-halal dalam produk mereka.

Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Solo, Wahyu Kristina, mengonfirmasi bahwa warung ini dapat beroperasi kembali setelah penutupan sementara yang terjadi akibat dugaan pelanggaran.

Pemeriksaan Laboratorium dan Hasil Penutupan

Bakso Remaja Gading yang berlokasi di Jalan Veteran, Kelurahan Joyosuran, Kecamatan Pasar Kliwon, sebelumnya ditutup oleh Satpol-PP Solo pada tanggal 3 November 2025 akibat dugaan penggunaan bahan non-halal.

Setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium, hasil yang diumumkan oleh Dispangtan menunjukkan bahwa tidak ada kandungan bahan non-halal dalam produk yang ditawarkan oleh warung tersebut.

Pendampingan dari Pemkot Solo

Wahyu Kristina menambahkan bahwa meskipun hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan hasil positif, warung tersebut belum memiliki sertifikat halal.

Baca juga: Kunto Aji Ungkap Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Sosial

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo berencana untuk memberikan pendampingan guna membantu warung tersebut dalam mengurus legalitas dan mendapatkan sertifikasi halal dari Kementerian Agama.

Wahyu Kristina menyatakan, "Tapi karena belum bersertifikat halal maupun kepengurusan legalitasnya belum, ini sekaligus ada pendampingan dari kami. Tim Kemenag untuk perolehan sertifikat halal."

Klarifikasi dari Pemilik Warung

Terkait dengan dugaan penggunaan bahan non-halal, Thirthania Laura Damayanthie, anak dari pemilik warung, memberikan klarifikasi mengenai informasi yang disampaikan saat inspeksi.

Ia menegaskan, "Sebenarnya bakso kita itu halal. Tapi waktu Bapak saya diwawancarai (petugas), beliau bingung antara halal dan non-halal, jadi salah jawab. Padahal semua bahannya halal, tidak ada yang pakai babi atau bahan sejenis itu. Kami semua juga muslim."

Klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan kesalahpahaman yang terjadi selama proses pemeriksaan dan mengatasi kekhawatiran masyarakat terhadap produk yang dijual.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Insiden Perampokan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU