Asosiasi Sepakbola Malaysia (FAM) kini berada dalam posisi sulit setelah banding yang diajukan ditolak oleh FIFA terkait skandal naturalisasi yang melibatkan tujuh pemainnya.
Baca juga: Novak Djokovic Melangkah ke Semifinal US Open 2025 Setelah Mengalahkan Taylor Fritz
Ancaman pencoretan dari Kualifikasi Piala Asia 2027 menjadi konsekuensi serius bagi tim nasional Malaysia setelah terungkapnya pemalsuan dokumen tersebut.
Skandal Naturalisasi dan Hukuman FIFA
Pada akhir September, FIFA mengeluarkan hukuman terhadap FAM terkait kasus pemalsuan dokumen yang melibatkan tujuh pemain yang mengaku memiliki nenek moyang berdarah Malaysia.
Investigasi FIFA menunjukkan bahwa nenek moyang mereka berasal dari negara-negara seperti Spanyol, Brasil, dan Argentina, yang jelas tidak memenuhi syarat untuk naturalisasi di Malaysia.
Sebagai akibat dari pelanggaran ini, FIFA menjatuhkan denda sebesar 350 ribu Swiss Franc, yang setara dengan sekitar Rp 7,3 miliar, kepada FAM dan melarang tujuh pemain tersebut untuk berkompetisi selama 12 bulan.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia untuk Memperkuat Timnas
Dampak bagi Timnas Malaysia di Kualifikasi
Setelah penolakan banding pada 3 November, hukuman dari FIFA tetap berlaku, menimbulkan ancaman serius bagi posisi Malaysia di Kualifikasi Piala Asia 2027.
Timnas Malaysia saat ini berada di posisi yang cukup baik di Grup F dengan mengumpulkan 12 poin dari empat laga, namun dua pertandingan tersisa dapat berpotensi mengubah situasi akibat kemungkinan pengurangan poin.
Isu ini semakin mencuat setelah kemenangan melawan Vietnam, di mana dua pemain yang terlibat dalam skandal naturalisasi turut ambil bagian dalam pertandingan tersebut.
Keterangan dari AFC dan Masa Depan FAM
Sekjen AFC, Windsor John, menyatakan bahwa tindakan lebih lanjut akan diambil setelah semua dokumen dari FIFA diterima, dan penilain mengenai pencoretan tim dari turnamen akan menjadi opsi terakhir.
"Hukuman terberat yang dapat kami berikan adalah mencoret tim dari turnamen, seperti yang terjadi dengan Timor-Leste," ungkap Windsor John dalam sesi wawancara.
Di sisi lain, Windsor juga mengakui bahwa rekam jejak FAM relatif bersih dari berbagai pelanggaran seperti penipuan usia, pelanggaran gender, dan doping, yang bisa menjadi faktor meringankan dalam penyelesaian kasus ini.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor Transfer
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: