Penangkapan Mantan Penasihat Hukum Militer Israel: Tuduhan Penyalahgunaan Kekuasaan dan Penyiksaan Terhadap Tahanan Palestina
Polisi Israel menangkap mantan penasihat hukum militer, Mayor Jenderal Yifat Tomer-Yerushalmi, setelah ia mengaku membocorkan video yang memperlihatkan penyiksaan terhadap tahanan Palestina oleh tentara IDF.
Baca juga: Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Ditangkap: Tuduhan Provokasi dan Tindakan Anarkis
Penahanan ini terjadi setelah berbagai tuduhan seperti penipuan, pelanggaran kepercayaan, dan penyalahgunaan kekuasaan terhadapnya, serta pengungkapan informasi resmi oleh seorang pegawai negeri.
Penangkapan dan Tuduhan terhadap Tomer-Yerushalmi
Menurut laporan media Israel, Kan, penahanan Yifat Tomer-Yerushalmi terjadi pada Senin malam, 3 November 2025, dan melibatkan sejumlah tuduhan serius.
Di antara tuduhan tersebut, termasuk penipuan, pelanggaran kepercayaan, serta penghalangan keadilan, berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan kekuasaan dalam hubungannya dengan video penyiksaan.
Baca juga: Google Menanggapi Isu Keamanan Phishing pada Layanan Gmail
Penyiksaan Terhadap Tahanan Palestina
Video yang dibocorkan oleh Tomer-Yerushalmi pada Agustus 2024 ini menjadi sorotan setelah jaksa menggerebek pusat penahanan militer Sde Teiman, di mana sebelas tentara ditangkap untuk diinterogasi.
Sde Teiman dikenal luas sebagai tempat di mana penyiksaan terhadap tahanan sering terjadi. Berdasarkan informasi, kekerasan yang terjadi mencakup pemerkosaan anal, yang menghasilkan luka serius pada korban.
Reaksi Masyarakat dan Tindakan Keamanan
Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, menyatakan bahwa atas dasar insiden ini, dinas penjara akan mengambil langkah-langkah kewaspadaan ekstra demi keselamatan tahanan di pusat penahanan.
Selain itu, reaksi dari berbagai lapisan masyarakat Israel, termasuk demonstrasi oleh massa sayap kanan, menunjukkan penolakan terhadap penyelidikan yang menargetkan tentara IDF, sehingga memicu perdebatan publik mengenai pelanggaran hak asasi manusia.
Baca juga: Pemeriksaan Eks Menteri Agama oleh KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: