Ketua Umum DPP Relawan Projo, Budi Arie Setiadi, menyampaikan bahwa organisasi akan mengganti logo yang saat ini menampilkan siluet wajah Presiden Joko Widodo.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas
Sayembara untuk desain logo baru dibuka, memberi kesempatan kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam proses perubahan ini.
Pengumuman Perubahan Logo Projo
Budi Arie Setiadi mengungkapkan bahwa Organisasi Projo telah menyetujui penggantian logo yang menggambarkan siluet wajah Joko Widodo. Langkah ini diambil untuk memberikan ruang bagi masyarakat untuk berkontribusi pada rancangan logo yang baru.
Budi Arie menyatakan, "Logo Projo ini nanti akan kita sayembarakan. Bukan ditebak-tebak, tapi kita akan melakukan penyesuaian-penyesuaian." Hal ini menunjukkan harapan bahwa logo baru akan lebih cocok dan relevan dengan nilai-nilai organisasi.
Logo yang akan datang diharapkan dapat mencerminkan aspirasi dan tujuan jangka panjang Projo sebagai organisasi yang berkomitmen pada semangat berkelanjutan. Ini menjadi indikasi positif bagi keberlanjutan nilai-nilai yang dianut oleh Projo.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Menuai Kritik
Nilai dan Filosofi di Balik Logo Baru
Budi Arie menekankan pentingnya nilai-nilai dan filosofi yang harus tercermin dalam logo baru tersebut. Ia menjelaskan, "Jadi nilai-nilai, falsafah dan sebagainya, ini harus tercermin dari logo Projo."
Setiap elemen dalam logo baru dirancang untuk menggambarkan identitas dan misi Projo. Tujuan utama dari redesign ini adalah agar logo dapat lebih menggugah semangat para relawan serta masyarakat secara umum.
Projo berupaya menjaga kesinambungan dari nilai-nilai yang diwariskan serta menciptakan produk visi yang dapat diterima oleh seluruh stakeholder dan anggota organisasi.
Penegasan Hubungan dengan Joko Widodo
Meskipun logo baru tidak lagi menampilkan wajah Jokowi, Budi Arie memastikan bahwa Projo tidak akan meninggalkan hubungan historis dengan mantan presiden tersebut. Ia menegaskan, "Jadi tolong jangan dibikin cerita, terutama Projo meninggalkan Pak Jokowi. Enggak."
Pernyataan ini menunjukkan bahwa Projo tetap menghargai peran Joko Widodo dalam sejarah organisasi meski visualisasinya diubah. Dengan demikian, logo baru akan menjadi simbol dari evolusi dan adaptasi Projo tanpa menghapus jejak masa lalu.
Budi Arie menegaskan bahwa Projo dan Jokowi adalah bagian dari sejarah yang tidak boleh dilupakan, memberikan pemahaman lebih dalam tentang komitmen organisasi terhadap visi dan nilai-nilai yang terus berlanjut.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: