Sabtu, 01 NOVEMBER 2025 • 12:51 WIB

Presiden Prabowo Subianto Hadiri KTT APEC 2025 di Korea Selatan

Author

Presiden Prabowo Subianto Hadiri KTT APEC 2025 di Korea Selatan

Presiden Prabowo Subianto mengunjungi Korea Selatan untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC 2025 yang berlangsung pada 31 Oktober hingga 1 November 2025.

Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Setelah Kematian Pengemudi Ojek Online

Dalam forum ini, ia mengangkat isu krusial seperti perang melawan praktik bisnis tidak etis dan pentingnya menjaga stabilitas kawasan Asia-Pasifik.

Perang Melawan Pebisnis Rakus

Dalam sesi APEC Economic Leaders’ Meeting (AELM) yang berlangsung di Hwabaek International Convention Centre, Prabowo menegaskan komitmen Indonesia untuk memberantas praktik bisnis korup dan rakus.

"Kita memerangi korupsi, penipuan, dan pebisnis rakus yang menghambat pertumbuhan riil," jelas Prabowo.

Ia juga menyoroti pentingnya pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai jembatan antara ekonomi maju dan berkembang.

"Dengan program nasional yang memberdayakan usaha kecil dan koperasi, kami berupaya meningkatkan kesejahteraan rakyat," tambahnya.

Mengatasi Ancaman di Asia-Pasifik

Prabowo mengingatkan bahwa ancaman seperti penyelundupan, pencucian uang, dan narkotika dapat merusak stabilitas ekonomi kawasan.

Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi Kerja dari Rumah untuk ASN

"Kita tidak dapat mengatasi bahaya-bahaya ini sendirian," ungkapnya, menekankan pentingnya kerja sama internasional.

Dalam konteks ini, Prabowo menyerukan untuk tidak menerima perpecahan sebagai takdir kawasan.

"Asia Pasifik tidak boleh menyerah pada perpecahan, karena ketegangan akan membahayakan stabilitas ekonomi global," lanjutnya.

Pertemuan Bilateral dan Kerja Sama dengan Selandia Baru

Di sela-sela KTT, Prabowo juga mengadakan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Selandia Baru, Christopher Luxon, untuk membahas kemitraan komprehensif antara kedua negara.

"Perdagangan bilateral kita telah meningkat secara konsisten selama lima tahun terakhir, hampir 10 persen setiap tahunnya," sebutnya, menjelaskan potensi kerja sama yang lebih luas.

Keduanya juga sepakat untuk mengirim guru dari Selandia Baru ke Indonesia untuk mengajarkan bahasa Inggris kepada masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri.

"Saya kira bahasa sangat penting dan ini sedang kita bahas," tegas Prabowo, menandakan komitmen dalam pembuatan rencana pendidikan yang lebih baik.

Baca juga: Pihak Unisba dan Unpas Bantah Keterlibatan TNI-Polri di Kampus Saat Kericuhan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU