Fenomena busa hitam misterius menarik perhatian masyarakat di Subang, Jawa Barat, dengan adanya gumpalan mirip awan yang beterbangan di daerah tersebut. Kapolsek Patokbeusi, Kompol Anton Indra Gunawa, mengonfirmasi bahwa busa tersebut berasal dari sebuah perusahaan di Karawang dan dinyatakan tidak berbahaya bagi warga.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Munculnya fenomena ini pada tanggal 24 Oktober 2025 mulai viral setelah video yang menampilkannya beredar di media sosial. Kondisi cuaca yang tidak stabil serta hujan deras diduga menjadi faktor penyebab terbawanya busa hitam ke wilayah Subang.
Kronologi Munculnya Busa Hitam di Subang
Pada tanggal 24 Oktober 2025, fenomena ini mulai viral ketika video yang menampilkan busa hitam beredar di media sosial. Kapolsek Patokbeusi menjelaskan bahwa busa tersebut terbawa oleh angin saat terjadi hujan deras, menciptakan kondisi cuaca yang mendukung terjadinya fenomena ini.
Kompol Anton Indra Gunawa mengungkapkan, 'Karena curah hujan sangat besar, gelembung itu naik lalu tertiup angin dan terbang.' Hal ini menyebabkan busa berpindah dari lokasi asalnya di Karawang ke wilayah Subang.
Setelah dilakukan pengecekan, pihak kepolisian memastikan bahwa busa hitam ini berasal dari industri pengolahan biang gula. Proses pengolahan limbah tersebut telah berlangsung sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).
Baca juga: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri dalam Membangun Hubungan yang Sehat
Pernyataan Pihak Berwenang
Kapolsek Anton menegaskan bahwa busa tersebut tidak mengandung zat beracun. Ia menyatakan, 'Kami sudah konfirmasi ke perusahaan bahwa busa itu tidak mengandung zat beracun. SOP pengolahan limbah sudah berjalan.'
Meskipun ada keluhan dari warga terkait bau yang muncul saat busa jatuh ke tanah, bau tersebut dianggap bersifat sementara. 'Menurut warga, memang ada bau saat kejadian, tetapi setelah terkena air, hilang dan tidak tercium lagi,' ungkap Anton.
Kehadiran busa tersebut juga tidak berdampak buruk pada lingkungan, termasuk tidak menimbulkan kematian pada ikan di perairan setempat.
Respons dari Gubernur dan Dinas Lingkungan Hidup
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat untuk segera menyelidiki penyebab fenomena ini. Ia menegaskan pentingnya mendapatkan laporan resmi terkait isu ini.
'Saya sudah minta, kan itu tim ya, kan tidak boleh disimpulkan oleh gubernur. Nanti tim dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk segera melakukan pengecekan apa itu,' kata Dedi.
Sementara itu, Kepala DLH Jawa Barat, Ai Saadiyah Dwidaningsih, menyatakan bahwa mereka belum menerima laporan resmi mengenai fenomena ini. Ia menegaskan, 'Kami akan segera menelusuri sumber dan penyebab busa hitam tersebut.'
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo Karena Kondisi Jakarta
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: