Selasa, 28 OKTOBER 2025 • 15:37 WIB

Pemprov DKI Jakarta Rencanakan Pembangunan Lima Tower Baru di Rusunawa Marunda

Author

Pemprov DKI Jakarta Rencanakan Pembangunan Lima Tower Baru di Rusunawa Marunda

Pemprov DKI Jakarta mengumumkan rencana pembangunan lima tower baru di Rusunawa Marunda, Jakarta Utara, yang dijadwalkan dimulai pada awal 2026.

Baca juga: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri dalam Membangun Hubungan yang Sehat

Pembangunan ini adalah bagian dari revitalisasi setelah pembongkaran tower Cluster C, dan diharapkan dapat meningkatkan kualitas hunian bagi warga.

Rencana Pembongkaran dan Pembangunan Tower

Pemprov DKI Jakarta telah memulai proses pembongkaran total lima tower di Cluster C Rusunawa Marunda. Setelah proses pembongkaran selesai, pembangunan lima tower baru akan dimulai pada awal 2026 dengan target penyelesaian dua tower terlebih dahulu.

Chico Hakim, Staf Khusus Gubernur Bidang Komunikasi Publik, menyampaikan, "Langsung lanjut usai pembongkaran selesai target akhir 2025, dengan pembangunan dua tower baru dari total lima tower 20 lantai, 1.440 unit dimulai awal 2026."

Proyek pembangunan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hunian di Rusunawa Marunda dan menyediakan lebih banyak unit hunian bagi warga Jakarta Utara.

Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia

Fasilitas Pendukung dalam Proyek Revitalisasi

Revitalisasi Rusunawa Marunda tidak hanya akan mencakup pembangunan tower, tetapi juga fasilitas pendukung. Fasilitas tersebut termasuk taman dan akses transportasi yang lebih baik untuk penghuni baru.

Chico Hakim menambahkan, "Seluruh revitalisasi direncanakan rampung dalam 5 tahun, hingga 2030, termasuk fasilitas pendukung, seperti taman dan akses transportasi."

Dengan pembangunan fasilitas-fasilitas tersebut, diharapkan kualitas hidup warga di Rusunawa dapat meningkat secara signifikan.

Dampak Insiden dan Penanganannya

Sebelum rencana revitalisasi ini, insiden atap gedung di Rusunawa Marunda Blok C ambruk pada tahun 2023. Pemprov DKI menyatakan bahwa bangunan tersebut sudah tidak layak huni dan berpotensi membahayakan warga.

Meskipun tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, sekitar 451 keluarga terdampak, dan pada 11 September 2023, sekitar 129 keluarga eks Rusunawa Marunda telah direlokasi ke Rusun Nagrak.

Relokasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya revitalisasi dan untuk menjamin keselamatan penghuni, yang didukung oleh hasil penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang menyatakan bahwa bangunan tersebut tidak layak untuk dihuni.

Baca juga: Perekrutan Kiper Baru oleh Manchester United dan Manchester City Jelang Penutupan Bursa Transfer

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU