Selasa, 28 OKTOBER 2025 • 14:54 WIB

Jepang Nominasi Trump untuk Hadiah Nobel Perdamaian

Author

Jepang Nominasi Trump untuk Hadiah Nobel Perdamaian

Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, mengumumkan niatnya untuk menominasikan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk Hadiah Nobel Perdamaian. Usulan ini disampaikan dalam pertemuan kedua pemimpin di Tokyo pada 28 Oktober 2025.

Baca juga: Kasus Tragis Pengemudi Ojek Online Terlibat Oknum Anggota Brimob Menuju Jalur Pidana

Takaichi menyampaikan kekagumannya terhadap kepemimpinan Trump dalam isu-isu perdamaian global, menyatakan, 'Dalam waktu singkat, dunia mulai menikmati lebih banyak perdamaian.'

Ambisi Trump dan Pendapat Internasional

Sejak kembali menduduki kursi kepresidenan pada tahun ini, Donald Trump aktif menyoroti perannya dalam menciptakan perdamaian global. Ia telah menyatakan bahwa beberapa konflik besar telah diakhirinya, dan merasa berhak mendapatkan Nobel Perdamaian.

Namun, para pengamat berpendapat bahwa klaim tersebut dianggap berlebihan. Menurut analis, pujian dari pemimpin dunia terhadap Trump saat ini merupakan strategi diplomatik untuk mempertahankan hubungan baik dengan Amerika Serikat.

Selain Takaichi, sejumlah tokoh politik lainnya juga menominasikan Trump, termasuk Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan Presiden Gabon, Brice Oligui Nguema. Nguema bahkan menyatakan, 'Trump telah membawa perdamaian ke wilayah yang selama ini dianggap mustahil.'

Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online

Pertemuan Trump dengan Keluarga Korban Penculikan

Setelah menerima pujian dari Takaichi, Trump mengadakan pertemuan dengan keluarga korban penculikan oleh Korea Utara di Tokyo. Kegiatan ini menjadi bagian dari kunjungannya ke Asia.

Dalam pertemuan itu, Trump menegaskan komitmen Amerika Serikat untuk mendukung upaya keluarga korban dalam mencari kabar tentang anggota keluarga mereka yang hilang. Ia menegaskan, 'Amerika akan mendukung sepenuhnya upaya keluarga korban untuk mencari kejelasan nasib kerabat mereka.'

Korea Utara sebelumnya membantah tuduhan penculikan, tetapi pada tahun 2002 mereka mengakui bahwa agen mereka telah menculik 13 warga Jepang. Pertemuan ini berlangsung menjelang kemungkinan pertemuan antara Trump dan Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un.

Sejarah Penghargaan Nobel Perdamaian bagi Presiden AS

Dalam sejarahnya, hanya dua presiden Amerika Serikat yang pernah dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian, yaitu Jimmy Carter dan Barack Obama. Penerimaan penghargaan ini menunjukkan pengakuan komunitas internasional atas kontribusi yang signifikan dalam mempromosikan perdamaian.

Nominasi terhadap Trump mencerminkan dinamika politik global yang terus berubah, di mana pemimpin dunia saling memberi dukungan untuk meningkatkan hubungan internasional. Pengakuan terhadap upaya diplomatik dapat memengaruhi citra pemimpin di mata dunia.

Pencalonan nominasi untuk anugerah ini diharapkan membawa dampak signifikan, tidak hanya bagi individu yang dicalonkan tetapi juga bagi hubungan antara negara-negara yang terlibat.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool di Bursa Transfer Musim Panas 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU