Dr. Jeremy London, seorang ahli bedah kardiovaskular asal Amerika Serikat, mengidentifikasi lima kebiasaan gaya hidup yang dapat merusak kesehatan jantung secara signifikan.
Baca juga: Kemenperin Konfirmasi iPhone 17 Belum Ajukan Izin Penjualan di Indonesia
Dalam wawancara dengan Times Entertainment, ia menekankan pentingnya memperhatikan dampak dari vaping, stres berlebih, kurang tidur, konsumsi soda, dan alkohol.
Vaping dan Dampaknya Terhadap Kesehatan Jantung
Vaping semakin populer di kalangan remaja sebagai alternatif yang dianggap lebih aman dibandingkan rokok konvensional. Meskipun demikian, Dr. London mengingatkan bahwa kandungan kimia dalam vape tetap dapat merusak pembuluh darah dan jaringan jantung.
Dr. London menjelaskan, 'Ini hanya bentuk baru dari kecanduan nikotin.' Ia berpendapat bahwa kecanduan ini menciptakan rasa aman palsu bagi pengguna, sehingga menyulitkan mereka untuk menghentikan kebiasaan ini.
Ia mencatat bahwa pasien muda nonperokok kini banyak menunjukkan gejala gangguan kardiovaskular akibat penggunaan vape secara rutin.
Baca juga: Penghentian Tunjangan Perumahan Anggota DPR: Tanggapan dan Komitmen Reformasi
Stres Berlebih dan Kesehatan Jantung
Stres dapat meningkatkan kinerja dalam jangka pendek, namun stres yang berkepanjangan menyerang jantung secara perlahan. Dr. London menyebut stres kronis sebagai “cedera tak terlihat” yang memicu peradangan berbahaya.
Menurutnya, stres berlebih dapat menjadi pintu masuk bagi berbagai penyakit degeneratif. Mengelola stres dengan baik menjadi kunci untuk menjaga kesehatan jantung agar tetap optimal.
Kurang Tidur, Soda, dan Konsumsi Alkohol
Tidur memainkan peran penting dalam pemulihan tubuh. Dr. London memberikan skor 10 bagi kebiasaan kurang tidur, mengingat dampaknya yang luas terhadap kesehatan secara keseluruhan. 'Begitu Anda kekurangan tidur, semua sistem tubuh ikut menurun,' ungkapnya.
Ia juga memperingatkan bahwa kebiasaan minum soda, meskipun terlihat sepele, memiliki risiko tinggi terhadap kesehatan jantung. Tingginya kadar gula dalam soda dapat memicu resistensi insulin dan obesitas.
Konsumsi alkohol yang dianggap biasa di lingkungan sosial juga menimbulkan efek kumulatif berbahaya. 'Alkohol merusak sel otak dan jantung, mengganggu tidur, serta meningkatkan tekanan darah,' jelas Dr. London.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa bahkan konsumsi alkohol dalam jumlah sedang tetap meningkatkan risiko demensia dan penyakit jantung secara signifikan.
Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: