Senin, 27 OKTOBER 2025 • 16:20 WIB

Kementerian Keuangan Tegaskan Pentingnya Penyerapan Anggaran untuk Optimalisasi Program

Author

Kementerian Keuangan Tegaskan Pentingnya Penyerapan Anggaran untuk Optimalisasi Program

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kementeriannya tidak mengganggu program dari kementerian atau lembaga lain di Kabinet Merah Putih.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual Berbasis Kecerdasan Buatan

Fokus utama Purbaya adalah memastikan penyerapang anggaran yang cepat untuk menghindari kerugian negara akibat inefisiensi.

Penegasan Purbaya tentang Tanggung Jawab Anggaran

Dalam acara Hari Keuangan Nasional di Jakarta, Purbaya menyatakan, "Saya enggak ganggu program kerja kementerian yang lain. Saya pastikan saja anggaran yang mereka desain, diserap, itu saja." Pernyataan ini menjelaskan fokus Purbaya dalam memastikan anggaran kementerian digunakan secara optimal.

Purbaya menambahkan, "Lu bikin program, ya lu serap (anggarannya). Karena setiap rupiah yang enggak kita pakai, itu saya harus bayar bunga." Kondisi ini menunjukkan bahwa ketidakgunaan anggaran turut memengaruhi beban bunga yang harus dibayar pemerintah.

Purbaya menjelaskan bahwa ada kewajiban membayar bunga sebesar Rp24 triliun setahun dari total Rp400 triliun uang pemerintah yang tidak terpakai. Hal ini menjadi dorongan kuat bagi Purbaya untuk mendorong kementerian agar segera membelanjakan anggaran mereka.

Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia

Peran Satgas dan Program Strategis Pemerintah

Menteri Keuangan juga menyoroti peluncuran Satgas Percepatan Program Strategis Pemerintah (P2SP) dengan tujuan meningkatkan pemantauan penyerapan anggaran kementerian. Satgas ini diluncurkan pada Rabu (22/10) oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Purbaya menjelaskan bahwa satgas akan memonitor penyerapan anggaran Kementerian/Lembaga (K/L) setiap minggunya. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kejelasan dan percepatan penggunaan anggaran yang sudah direncanakan.

"Saya hanya bisa mengancam (Badan Gizi Nasional). Saya hanya bisa ngomong ke dia, belanjain tepat waktu. Kalau gak belanjain tepat waktu, gak tepat sasaran, saya ambil uangnya," ungkap Purbaya, menegaskan keseriusannya dalam mengawasi penggunaan anggaran demi hasil program yang maksimal.

Menanggapi Kritik terhadap Program Makan Bergizi Gratis

Purbaya juga mengangkat isu mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah mendapatkan kritik. Ia menjelaskan bahwa program tersebut mendukung dua dari tiga pilar Sumitronomics, yaitu pemerataan pembangunan dan kecepatan pertumbuhan.

"Kalau Anda lihat tiga pilar Sumitronomics, pemerataan pembangunan, stabilitas, dan kecepatan pertumbuhan yang tinggi, yang dua itu adalah sebetulnya didukung oleh MBG," ujarnya.

Purbaya menekankan pentingnya melaksanakan program-program tersebut dengan optimal, sesuai permintaan Presiden Prabowo Subianto dalam mencapai target yang telah ditetapkan.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Insiden Perampokan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU