Sejumlah pedagang Pasar Barito di Jakarta Selatan melakukan aksi blokir jalan di perempatan bundaran Taman Ayodya sebagai bentuk protes terhadap penertiban kios yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan.
Baca juga: Kemenperin Konfirmasi iPhone 17 Belum Ajukan Izin Penjualan di Indonesia
Aksi ini berlangsung pada Senin pagi, 27 Oktober 2025, bertepatan dengan pembongkaran kios-kios pedagang yang dianggap mengganggu rencana pembangunan Taman Bendera Pusaka.
Aksi Protes di Jalan
Pada pukul 07.45 WIB, sekitar 30 pedagang Pasar Barito menutup akses jalan dengan duduk di jalan sambil membawa poster protes. Poster-poster tersebut menjadi simbol penolakan mereka terhadap penertiban yang berpotensi merugikan usaha mereka.
Damianus Jefry, kuasa hukum pedagang Barito, mengungkapkan ketidakpuasan mereka terhadap surat tugas yang hanya menyebutkan penertiban tanpa menjelaskan tentang pembongkaran kios.
'Surat tugas hanya bunyinya menertibkan bukan melakukan pembongkaran, itu yang kita sayangkan,' ujar Damianus saat ditemui di lokasi.
Aksi ini diharapkan dapat menarik perhatian pemerintah atas kondisi yang dihadapi pedagang sebagai dampak dari penertiban tersebut.
Penolakan Relokasi ke Pasar Lenteng Agung
Pedagang dari Pasar Barito juga mengekspresikan ketidaksetujuan untuk dipindahkan ke Pasar Lenteng Agung. Mereka khawatir lokasi baru tersebut tidak akan mendukung kelancaran penjualan mereka.
Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
'Lenteng Agung itu relokasinya sangat tidak tepat. Kalau kita berdagang itu maunya laku. Kalau di sana itu modelnya jurang, hujan pasti banjir,' ucap warga setempat menjelaskan alasan penolakan tersebut.
Pedagang merasa bahwa relokasi akan membawa dampak negatif bagi usaha mereka dan tidak memberikan solusi yang memadai atas masalah yang ada.
Ketidakpastian mengenai lokasi baru juga semakin menambah kecemasan di antara para pedagang.
Rencana Pembangunan dan Dampaknya
Pemkot Jaksel menyatakan bahwa penertiban kios merupakan langkah untuk membangun Taman Bendera Pusaka, sebuah proyek yang bertujuan untuk mengintegrasikan tiga taman di Jakarta Selatan. Rencana ini berfokus pada pengembangan area publik yang lebih baik.
Pemerintah mengklaim bahwa relokasi pedagang di Pasar Barito diharapkan dapat ditampung di Pasar Lenteng Agung karena dinilai memiliki sarana dan prasarana yang memadai.
Dari segi transportasi, Pasar Lenteng Agung memiliki akses dekat ke Stasiun Lenteng Agung dan halte Transjakarta, yang diharapkan akan mendukung aktivitas konsumen.
Pembongkaran kios-kios ini diharapkan dapat rampung sebelum Taman Bendera Pusaka siap pada Desember 2025, meskipun banyak pedagang yang masih meragukan keputusan tersebut.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Dugaan Penghasutan Massal yang Memicu Kontroversi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: