Minggu, 26 OKTOBER 2025 • 17:35 WIB

Pengembangan Sistem Kecerdasan Buatan di Bea Cukai: Meningkatkan Transparansi dan Efisiensi

Author

Pengembangan Sistem Kecerdasan Buatan di Bea Cukai: Meningkatkan Transparansi dan Efisiensi

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan rencana pengembangan sistem Artificial Intelligence (AI) untuk mengawasi pelanggaran dalam transaksi kepabeanan. Proyek ini diharapkan dapat selesai dalam waktu tiga bulan ke depan.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Perdebatan Selebritas di DPR dan Tantangan Akuntabilitas

Dengan penerapan AI ini, Bea Cukai diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengawasan serta memaksimalkan penerimaan negara dari sektor ini.

Pengembangan Sistem AI

Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pengembangan sistem AI di Bea Cukai dirancang untuk memantau berbagai bentuk pelanggaran dan kecurangan yang sering terjadi dalam transaksi kepabeanan. "Dalam 3 bulan ke depan kita akan kembangkan sistem AI yang lebih siap di Bea Cukai. Kalau sampai AI bisa mulai menganalisa 3 bulan ke depan, sudah (selesai)," ujarnya saat ditemui di kantornya.

Sistem ini tidak hanya akan berfungsi secara mandiri, melainkan juga akan terintegrasi dengan sistem yang digunakan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Integrasi ini bertujuan untuk memperkuat sistem penerimaan negara dari pajak dan kepabeanan, sehingga lebih optimal.

Meski pengembangan dan integrasi AI ini memerlukan waktu lebih dari tiga bulan, Purbaya yakin hasil yang dicapai akan sangat signifikan. "Tapi yang jelas dalam beberapa bulan ke depan harusnya penerimaan Bea Cukai akan lebih efisien daripada sekarang," tambahnya.

Baca juga: Menciptakan Suasana Nyaman di Kamar Kecil

Tujuan dan Arahan Presiden

Melalui pengembangan sistem AI ini, Purbaya berharap dapat mendukung arahan Presiden Prabowo Subianto yang ingin mengeliminasi praktik kecurangan dalam kepabeanan. Kecurangan tersebut, menurutnya, sering merugikan pendapatan negara dan menciptakan ketidakadilan di pasar.

"Tidak ada kendala di Bea Cukai. Cuma saya ingin melihat seberapa canggih sih sistem punya Bea Cukai. Bisa nggak saya optimalkan untuk mengurangi yang dikritik Pak Presiden, under invoicing," jelas Purbaya, menegaskan komitmennya terhadap transparansi dan akuntabilitas dalam proses kepabeanan.

Implementasi AI di sektor ini diharapkan dapat menciptakan sistem yang lebih transparan, sehingga potensi kecurangan bisa ditekan secara signifikan.

Harapan untuk Masa Depan

Purbaya juga mengingatkan bahwa pengawasan dan evaluasi yang cermat akan menjadi bagian penting dari penerapan sistem baru ini. Hal ini tidak hanya untuk memastikan sistem berfungsi dengan baik, tetapi juga untuk melindungi kepentingan negara.

Dengan adanya sistem yang lebih baik, diharapkan tidak hanya kepabeanan, tetapi juga sektor perpajakan akan semakin tertib dan transparan. Penggunaan teknologi modern seperti AI menjadi kunci untuk mencapai visi ini.

Sebagai penutup, Purbaya menekankan bahwa langkah ini merupakan bagian dari transformasi digital yang lebih luas dalam pemerintahan. Tujuannya adalah untuk menciptakan pelayanan publik yang lebih baik dan lebih efektif.

Baca juga: Mengenal Finfluencer dan Peranannya dalam Pendidikan Keuangan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU