Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Indonesia tentang potensi gempa besar akibat Megathrust yang dapat terjadi kapan saja.
Baca juga: Pimpinan DPR RI Terima Aspirasi Mahasiswa Terkait Demonstrasi dan Tunjangan Anggota
Peringatan tersebut disampaikan karena Indonesia berada di kawasan Cincin Api Pasifik, menjadikannya sangat rentan terhadap bencana gempa dan tsunami.
Zona Risiko Gempa Megathrust
BMKG mencatat terdapat 13 segmen Megathrust yang mengelilingi wilayah Indonesia, dengan dua di antaranya berada di Selat Sunda dan Mentawai-Siberut.
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa kedua zona tersebut telah mengalami seismic gap yang signifikan selama berabad-abad.
Ia mengemukakan, 'Gempa berpusat di zona Megathrust Mentawai Siberut' dan mengutip kejadian gempa di Nias Barat, M5,2, sebagai contoh dari aktivitas Megathrust tersebut.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor Transfer
Peringatan BRIN terhadap Potensi Tsunami
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap dampak Megathrust di selatan Jawa Barat hingga Selat Sunda.
Peneliti dari Pusat Riset Kebencanaan Geologi, Nuraini Rahma Hanifa, menjelaskan bahwa energi yang terkunci di zona subduksi ini terus bertambah dan jika dilepaskan dapat menyebabkan gempa besar dengan magnitudo mencapai 8,7.
Menurut perhitungan, jika Megathrust di wilayah Pangandaran pecah, tsunami diperkirakan mencapai ketinggian hingga 20 meter yang akan menjalar ke berbagai wilayah, termasuk Banten dan Lampung.
Dampak Tsunami di Berbagai Wilayah
Risiko tsunami di pesisir Banten diperkirakan dapat mencapai ketinggian antara 4 hingga 8 meter, sedangkan di Lampung kemungkinan akan merata ke seluruh wilayah yang menghadap Selat Sunda.
Kawasan Jakarta diperkirakan akan menghadapi tsunami dengan ketinggian sekitar 1 hingga 1,8 meter yang akan tiba 2,5 jam setelah gempa.
Rahma menegaskan, 'Kalau di selatan Jawa, tsunami sampai dalam waktu 40 menit,' yang menunjukkan perlunya kesiapsiagaan bagi masyarakat di berbagai daerah.
Baca juga: Lima Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: