Sabtu, 25 OKTOBER 2025 • 08:44 WIB

Penggunaan Etanol sebagai Campuran Bahan Bakar di Indonesia: Antara Potensi dan Tantangan

Author

Penggunaan Etanol sebagai Campuran Bahan Bakar di Indonesia: Antara Potensi dan Tantangan

Masyarakat Indonesia sedang mempertimbangkan penggunaan etanol sebagai campuran dalam bahan bakar minyak yang direncanakan mulai diterapkan pada tahun 2027. Harga etanol murni diperkirakan mencapai Rp 16 ribu per liter, meskipun variasi harga bisa terjadi bergantung pada beberapa faktor.

Baca juga: Kasus Tragis Pengemudi Ojek Online Terlibat Oknum Anggota Brimob Menuju Jalur Pidana

Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bensin, dengan etanol anhydrous yang bersifat hampir murni. Menurut Profesor Ronny Purwadi dari Institut Teknologi Bandung, perubahan ini memiliki potensi untuk memengaruhi biaya bahan bakar bagi masyarakat.

Harga dan Karakteristik Etanol

Etanol, senyawa yang dianggap sebagai bahan bakar alternatif, memiliki karakteristik yang menarik untuk diterapkan di Indonesia. Menurut Profesor Ronny Purwadi, etanol anhydrous memiliki kandungan air yang minimal, yakni hanya 0,5 persen.

Penerapan etanol sebagai campuran dalam bahan bakar dapat menambah biaya yang harus ditanggung masyarakat. Jika etanol dicampur hingga 10 persen ke dalam bahan bakar minyak (E10), biaya tambahan diperkirakan sekitar Rp 1.600 per liter dari harga etanol murni tersebut.

Dari hitung-hitungan kasar, dengan harga etanol E100 pada Rp 16.000 per liter, penambahan biaya tersebut dianggap tidak signifikan tetapi dapat terasa jika digunakan dalam volume yang besar.

Baca juga: Korea Selatan Bersiap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Dukungan Pemerintah terhadap Penggunaan Etanol

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral berencana menerapkan penggunaan etanol sebesar 10 persen (E10) mulai tahun 2027. Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa penerapan kebijakan ini masih dalam tahap kajian.

Kesiapan pabrik etanol domestik menjadi perhatian utama sebelum kebijakan ini dilaksanakan. Bahlil menegaskan pentingnya mendorong produksi etanol dalam negeri, guna mengurangi ketergantungan pada impor bensin yang mencapai 27 juta ton per tahun.

Kebijakan ini dinilai penting untuk mencapai kemandirian energi di negara ini, yang diharapkan dapat meningkatkan ketahanan energi nasional dan mendukung penggunaan sumber energi terbarukan.

Manfaat dan Tantangan Etanol sebagai Bahan Bakar

Penggunaan etanol sebagai campuran bahan bakar tidak hanya menawarkan alternatif energi, tetapi juga berpotensi mengurangi emisi karbon. Hal ini sejalan dengan komitmen Indonesia untuk mengurangi dampak perubahan iklim dan mencapai target energi terbarukan.

Tantangan yang ada termasuk kesiapan industri dan infrastruktur terkait. Masyarakat dan pelaku industri diharapkan dapat beradaptasi dengan perubahan ini, sementara pemerintah perlu menjamin bahwa pasokan dan distribusi etanol dapat berjalan efektif.

Kebijakan ini akan diuji coba untuk mengevaluasi efektivitas dan dampaknya terhadap harga serta ketersediaan bahan bakar minyak di seluruh Indonesia. Dengan perencanaan yang baik, diharapkan tantangan ini dapat diatasi untuk menciptakan sistem energi yang lebih berkelanjutan.

Baca juga: Google Menanggapi Isu Keamanan Phishing pada Layanan Gmail

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU