Arab Saudi telah mengumumkan rencana ambisius untuk membangun proyek kereta cepat yang menghubungkan Jeddah dan Dammam melalui Riyadh, dengan panjang total 1.500 kilometer dan biaya yang diperkirakan mencapai US$7 miliar, setara dengan Rp116 triliun.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Menandai Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang
Inisiatif ini bertujuan untuk memangkas waktu perjalanan antara kedua kota dari 12 jam menjadi hanya empat jam, serta mendukung visi pengembangan infrastruktur transportasi nasional.
Rincian Proyek Kereta Cepat
Proyek kereta cepat ini merupakan bagian dari program Visi 2030 Saudi yang bertujuan untuk memperluas jaringan kereta api nasional dari 5.300 kilometer menjadi 8.000 kilometer.
Dikenal dengan nama 'Jembatan Darat', proyek ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga antar negara di kawasan.
Jika berhasil direalisasikan, proyek ini akan menjadi salah satu infrastruktur transportasi utama yang mendukung pertumbuhan ekonomi di Arab Saudi.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens dari Royal Antwerp
Dampak dan Manfaat
Pembangunan kereta cepat ini diprediksi akan merubah sistem transportasi di Arab Saudi dengan meningkatkan efisiensi waktu perjalanan.
Dengan mengurangi durasi perjalanan dari Riyadh ke Jeddah, proyek ini diharapkan dapat merangsang pertumbuhan dalam sektor pariwisata dan perdagangan.
Selain itu, pengembangan jaringan stasiun kargo dan penumpang akan memudahkan pergerakan logistik di kawasan, terutama dalam menghubungkan Pelabuhan King Abdullah dengan kota-kota besar lainnya seperti Yanbu.
Kemajuan Teknologi dan Investasi
Sebagai langkah pendukung, Saudi Railway Company (SAR) telah melakukan pemesanan untuk 15 kereta baru yang mampu mencapai kecepatan hingga 200 kilometer per jam.
Investasi besar ini menggambarkan komitmen Arab Saudi untuk menjadi pusat logistik dan transportasi utama di kawasan Timur Tengah.
Dengan demikian, proyek ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat infrastruktur transportasi yang ada dan mendukung aspirasi ekonomi negara.
Baca juga: Pemeriksaan Eks Menteri Agama oleh KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: