Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan apresiasi terhadap kesepakatan restrukturisasi utang Whoosh yang kini memiliki tenor 60 tahun.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia untuk Memperkuat Timnas
Perubahan ini menunjukkan langkah signifikan dalam pengelolaan utang, sebelumnya tenor yang disepakati adalah 40 tahun.
Pembahasan Restrukturisasi Utang
Proses restrukturisasi utang Whoosh menjadi fokus perhatian, setelah keputusan menaikkan tenor utang menjadi 60 tahun.
Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan kepuasannya bahwa pembayaran utang ini tidak akan mempengaruhi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Ia juga menekankan pentingnya negosiasi yang dilakukan secara efektif dan efisien. "Kalau mereka udah putus kan udah bagus. Top. Sebisa mungkin (saya) enggak ikut," tegasnya, mencerminkan komitmennya untuk tetap netral dalam proses kesepakatan.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Tetap Melanjutkan Perjalanan ke China
Negosiasi dengan China
COO Danantara, Dony Oskaria, memaparkan peran timnya dalam negosiasi dengan pihak China yang bertujuan menyelesaikan proses restrukturisasi utang.
Tim negosiasi tersebut, didukung oleh Pemerintah dan PT KCIC, berencana melakukan kunjungan langsung ke China untuk membahas berbagai isu yang belum tuntas.
Dony menjelaskan beberapa poin kunci yang menjadi bahan diskusi, seperti pembayaran suku bunga dan pilihan mata uang yang tepat. "Ini menjadi point of negosiasi kita. Berkaitan sama jangka waktu pinjaman, suku bunga, kemudian juga ada soal mata uang yang akan kita diskusikan dengan mereka," ungkapnya.
Target Penyelesaian Negosiasi
Dony Oskaria menyatakan optimisme bahwa negosiasi ini dapat diselesaikan tahun ini, dengan menunjuk pada kinerja pendapatan PT KCIC yang dianggap positif.
Ia yakin bahwa masalah restrukturisasi utang ini tidak akan menjadi hambatan berarti, meskipun terdapat tantangan yang harus dihadapi.
Dony percaya bahwa dengan kerjasama yang baik antara pihak-pihak terkait, hasil yang memuaskan bisa tercapai dalam proses ini.
Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran BEM SI: ‘Indonesia (C)emas’ Digelar pada 2 September 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: