Diabetes melitus adalah kondisi serius yang dapat dipicu oleh berbagai faktor, termasuk pola hidup yang tidak sehat. Kebiasaan seperti konsumsi makanan instan dan kurang bergerak perlu diperhatikan untuk mencegah peningkatan risiko diabetes.
Baca juga: Penghentian Tunjangan Perumahan Anggota DPR: Tanggapan dan Komitmen Reformasi
Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Timoteus Richard Sp.PD, menegaskan bahwa faktor seperti tidur larut malam juga berkontribusi dalam terjadinya diabetes, yang menuntut perhatian lebih dalam upaya pencegahannya.
Konsumsi Makanan dan Minuman Manis
Konsumsi berlebihan terhadap makanan dan minuman manis dapat meningkatkan kadar gula darah serta risiko diabetes. Menurut Survei Kesehatan Indonesia 2023, sebanyak 47,5 persen populasi yang berusia lebih dari tiga tahun mengonsumsi minuman manis lebih dari satu kali sehari.
Pola makan yang tidak sehat ini bukan hanya memicu diabetes melitus, tetapi juga dapat berpotensi meningkatkan risiko berbagai penyakit tidak menular seperti obesitas dan penyakit jantung.
Diabetes melitus terjadi ketika fungsi sel beta pankreas menurun secara signifikan. Hal ini berdampak langsung pada produksi insulin yang berperan penting dalam pengaturan kadar gula darah.
Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online
Faktor Gaya Hidup dan Aktivitas Fisik
Dr. Timoteus mengungkapkan bahwa kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji yang tinggi kalori, gula, dan lemak jenuh harus dihindari. Makanan tersebut umumnya rendah serat dan nutrisi, yang dapat memicu risiko kesehatan serius.
Selain pola makan, kurangnya aktivitas fisik juga berkontribusi pada penumpukan lemak tubuh, yang pada gilirannya memicu resistensi insulin. Hal ini menjadi faktor penting dalam munculnya diabetes tipe 2.
Kebiasaan tidur larut malam yang diakibatkan oleh penggunaan gadget berlebihan juga dapat berdampak negatif pada kualitas tidur. Paparan gadget dapat meningkatkan kadar hormon stres yang berpotensi merusak kestabilan gula darah.
Langkah Pencegahan yang Efektif
Mempertahankan gaya hidup sehat adalah langkah utama dalam upaya pencegahan diabetes melitus. Ini mencakup membatasi konsumsi makanan cepat saji dan melakukan aktivitas fisik minimal selama 30 menit setiap hari.
Dr. Timoteus juga menekankan pentingnya melakukan pemeriksaan rutin kadar gula darah, mengingat diabetes sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas. Pemantauan kesehatan ini penting sebelum tanda-tanda serius bermunculan.
Dengan langkah-langkah pencegahan sederhana, diharapkan angka kejadian diabetes melitus di masyarakat dapat menurun secara signifikan.
Baca juga: Perekrutan Kiper Baru oleh Manchester United dan Manchester City Jelang Penutupan Bursa Transfer
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: