Rabu, 22 OKTOBER 2025 • 16:14 WIB

Satelit NISAR Kirim Gambar Radar Pertama Permukaan Bumi

Author

Satelit NISAR Kirim Gambar Radar Pertama Permukaan Bumi

Satelit hasil kolaborasi NASA dan ISRO, bernama NISAR, telah mengirimkan gambar radar pertama permukaan Bumi yang diharapkan menjadi salah satu riset Bumi termaju yang pernah ada.

Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Setelah Kematian Pengemudi Ojek Online

Misi ini bertujuan untuk mempelajari interaksi antara daratan, vegetasi, dan es dengan detail yang belum pernah dicapai sebelumnya.

Gambar Pertama: Dari Amerika ke Dunia

NISAR diluncurkan oleh ISRO pada 30 Juli lalu dan telah berhasil memotret Pulau Mount Desert di Maine, Amerika Serikat. Sistem radar L-band yang digunakan oleh satelit ini dapat menangkap detail visual yang menggambarkan perairan, hutan, dan area tanah terbuka.

Beberapa hari setelah pengambilan gambar pertama, radar yang sama memotret North Dakota, menampilkan area pertanian dan lahan basah dengan ketelitian yang tinggi. Teknologi radar ini memungkinkan pemantauan perubahan dalam tutupan lahan, pertumbuhan tanaman, serta kondisi hutan.

Kemampuan radar ini dalam mendeteksi objek sekecil lima meter sangat penting untuk memahami dampak iklim dan ketahanan pangan global secara lebih baik.

Baca juga: Korea Selatan Bersiap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Radar Ganda Canggih

NISAR merupakan satelit pertama yang menggabungkan dua radar aktif berbeda, yaitu L-band dari NASA dan S-band dari ISRO. Radar L-band memungkinkan pemantauan pergerakan tanah hingga tingkat milimeter, sedangkan S-band dirancang untuk analisis vegetasi kecil.

Kombinasi kedua radar ini memberi NISAR kemampuan untuk memindai seluruh permukaan darat dan es Bumi dua kali setiap 12 hari. Antena yang digunakan berdiameter 12 meter, menjadikannya sebagai antena terbesar yang dikirim NASA ke luar angkasa.

Teknologi ini diharapkan dapat mengumpulkan data yang esensial bagi pemahaman ilmiah dan pengambilan keputusan terkait perubahan iklim.

Menuju Operasi Penuh

Satelit NISAR kini berada di orbit setinggi 747 kilometer dan dijadwalkan untuk mulai beroperasi penuh pada bulan November tahun ini. Data yang dikumpulkan diharapkan dapat memberikan wawasan tentang bagaimana Bumi mengalami evolusi dari waktu ke waktu.

Nicky Fox, Associate Administrator Science Mission Directorate NASA, mengungkapkan, 'Gambar awal ini baru pembuka dari data luar biasa yang akan dihasilkan NISAR.'

Menurut Fox, sains yang menyokong NISAR akan memberikan gambaran yang jelas tentang perubahan yang terjadi di daratan dan lapisan es, serta menjadi landasan bagi pengambil kebijakan dalam menangani bencana alam.

Baca juga: Perekrutan Kiper Baru oleh Manchester United dan Manchester City Jelang Penutupan Bursa Transfer

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU