Rabu, 22 OKTOBER 2025 • 15:29 WIB

Presiden Prabowo Pertemukan Solidaritas Indonesia-Afrika Selatan

Author

Presiden Prabowo Pertemukan Solidaritas Indonesia-Afrika Selatan

Presiden Indonesia Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Afrika Selatan Matamela Cyril Ramaphosa di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 22 Oktober 2025. Pertemuan ini ditandai dengan aksi simbolis mengepalkan tangan dan seruan 'amandla'.

Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Menuai Kritik

Ramaphosa membalas seruan tersebut dengan ungkapan 'awethu', mencerminkan kekuatan solidaritas antara kedua negara yang memiliki sejarah persamaan dan perjuangan.

Seruan Simbolis dan Keterangan Pers

Pertemuan bilateral berlangsung di ruang kredensial Istana Merdeka, tempat kedua pemimpin menunjukkan kekuatan hubungan bilateral antara Indonesia dan Afrika Selatan. Keduanya sepakat untuk meningkatkan kerja sama yang saling menguntungkan dalam berbagai sektor.

Prabowo Subianto mengungkapkan rasa terima kasih kepada Ramaphosa atas kunjungannya ke Indonesia dan menekankan komitmen untuk mengenali potensi yang dapat dikembangkan bersama. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menggali peluang kerjasama yang lebih mendalam.

Baca juga: Korea Selatan Bersiap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Penghargaan dan Apresiasi

Presiden Ramaphosa juga memberikan apresiasi terhadap sambutan hangat dari rakyat Indonesia selama kunjungannya. Dalam pernyataannya, ia mengatakan, 'Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada rakyat Indonesia atas sambutan yang begitu hangat dan tulus. Kami sungguh berterima kasih atas kehadiran kami di negara Anda yang indah ini.'

Apresiasi ini diharapkan dapat membuka jalan bagi hubungan yang lebih erat antara kedua negara dan meningkatkan saling pengertian di antara rakyat.

Makna di Balik 'Amandla' dan 'Awethu'

Seruan 'amandla' yang berarti kekuasaan dalam perjuangan melawan apartheid, diakhiri dengan jawaban 'awethu' dari Ramaphosa, yang artinya 'milik kita'. Ungkapan-ungkapan ini tidak hanya berfungsi sebagai simbol sejarah tetapi juga sebagai pengingat akan pentingnya solidaritas dalam menghadapi berbagai tantangan.

Kedua istilah ini menjadi simbol kekuatan kolektif dalam perjuangan anti-apartheid dan kini mencerminkan dukungan erat antara Indonesia dan Afrika Selatan dalam menghadapi tantangan global yang ada.

Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille, Klub Penuh Prestasi di Prancis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU