Senin, 20 OKTOBER 2025 • 16:12 WIB

Evaluasi Kinerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Dalam Setahun Pemerintahan Prabowo Subianto

Author

Evaluasi Kinerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Dalam Setahun Pemerintahan Prabowo Subianto

Dalam satu tahun pemerintahan Prabowo Subianto, kehadiran Wakil Presiden Gibran Rakabuming mendapat sorotan dari berbagai pengamat politik di Indonesia.

Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi Kerja dari Rumah untuk ASN

Terdapat kekhawatiran bahwa Gibran belum mampu memenuhi harapan generasi muda yang ingin terlihat dalam puncak kekuasaan.

Pengamatan Terhadap Kinerja Gibran

Iqbal Themi, pengamat politik, menilai Gibran belum mencerminkan ekspektasi yang tinggi sejak awal karier politiknya.

Ia mengungkapkan adanya konflik antara harapan masyarakat yang menginginkan wajah baru dalam politik dan pandangan yang dianggap mengaitkan Gibran dengan dinasti kekuasaan Presiden Joko Widodo.

Iqbal menutulkan, "Gibran seperti berdiri di antara dua dunia kekuasaan, yakni generasi lama yang masih dominan dan pegang kendali serta generasi muda yang mulai kecewa karena tak merasa diwakili." Hal ini menegaskan tantangan yang dihadapi Gibran tidak hanya datang dari dalam pemerintahan.

Persepsi ini menciptakan dampak bahwa Gibran belum mampu menggagas program yang dapat dianggap sebagai langkah politik mandiri, serta belum mampu menghasilkan gagasan konkret yang relevan bagi generasi muda.

Kritikan terhadap Kegiatan Seremonial Gibran

Selepas satu tahun, kritik terhadap peran Gibran disampaikan oleh Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, yang menyatakan bahwa kontribusi Gibran cenderung terfokus pada acara-acara seremonial.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor Transfer

Adi menegaskan, "Peran wapres belum kelihatan signifikan. Hanya terlihat di sejumlah acara seremonial dan beberapa kunjungan," sehingga menunjukkan tidak adanya peran yang jelas dalam struktur pemerintahan.

Sebagai referensi, ia membandingkan dengan mantan wakil presiden, seperti Ma'ruf Amin dan Jusuf Kalla, yang masing-masing memiliki fokus tugas spesifik.

Walaupun ada pembicaraan mengenai hilirisasi dan digitalisasi, implementasi konkret dari konsep tersebut belum tampak dalam kebijakan-kebijakan yang dinyatakan.

Program Strategis dan Tantangan ke Depan

Saat diperkenalkan sebagai calon wakil presiden, Gibran mengemukakan sejumlah program strategis, termasuk dana abadi pesantren dan kredit untuk startup milenial.

Namun, hingga saat ini, efektivitas dari program-program tersebut masih belum dapat dilihat secara jelas.

Iqbal menegaskan bahwa ada waktu bagi Gibran untuk membuktikan dirinya dalam empat tahun ke depan, selama ia aktif mengimplementasikan gagasan-gagasan yang telah diangkat.

Dalam debat calon wakil presiden, Gibran menyampaikan bahwa hilirisasi akan menjadi prioritas di berbagai sektor, termasuk pelatihan teknologi bagi anak muda.

Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Pertimbangan Penting untuk Pelari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU