Kamis, 16 OKTOBER 2025 • 16:45 WIB

Tren Peningkatan Suhu Udara di Jawa Tengah: Keterangan dan Imbauan BMKG

Author

Tren Peningkatan Suhu Udara di Jawa Tengah: Keterangan dan Imbauan BMKG

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat adanya tren peningkatan suhu udara di sejumlah wilayah Jawa Tengah dalam beberapa hari terakhir.

Baca juga: Novak Djokovic Melangkah ke Semifinal US Open 2025 Setelah Mengalahkan Taylor Fritz

Fenomena ini dipicu oleh pergeseran posisi semu matahari ke belahan bumi selatan, yang berdampak pada konversi energi matahari menjadi panas di permukaan bumi.

Kondisi Suhu di Berbagai Wilayah

Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, mengungkapkan bahwa suhu maksimum di beberapa daerah mulai menunjukkan kenaikan signifikan meskipun masih dalam kategori normal.

Di Semarang, contohnya, suhu maksimum mencapai 35 derajat Celsius pada 14 Oktober 2025.

Pengukuran suhu di Kabupaten Cilacap dan sekitarnya mencatat suhu 32 derajat Celsius pada pukul 10.00 WIB.

Suhu di Kroya, Kabupaten Cilacap, yang diukur melalui Automatic Agroclimate Weather Station (AAWS), mencatat suhu lebih tinggi yaitu 34 derajat Celsius. Sementara itu, di Kabupaten Banyumas, suhu pada tanggal yang sama juga tercatat mencapai 34 derajat Celsius, mencerminkan kondisi cuaca yang serupa di wilayah sekitar.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas

Fenomena Cuaca dan Dampaknya

Fenomena meningkatnya suhu udara ini dapat dihubungkan dengan pergeseran posisi semu matahari yang kini berada pada belahan bumi selatan.

Teguh menambahkan bahwa berkurangnya tutupan awan memungkinkan radiasi sinar matahari secara langsung mengenai permukaan bumi, sehingga menyebabkan suhu udara terasa lebih panas.

Kondisi puncak panas ini terjadi terutama pada waktu antara pukul 10.00 hingga 15.00 WIB, yang membuat masyarakat perlu waspada terhadap paparan sinar matahari yang berkepanjangan.

Prediksi Suhu dan Imbauan BMKG

BMKG memprediksi bahwa suhu panas ini akan berlangsung hingga akhir Oktober 2025, sebelum mulai mengalami penurunan pada awal November seiring dengan meningkatnya curah hujan.

Teguh mengingatkan masyarakat untuk melakukan langkah antisipasi sederhana, seperti mengenakan pakaian pelindung dan menggunakan payung.

Masyarakat juga diimbau untuk memperbanyak konsumsi air putih dan membatasi aktivitas di luar ruangan pada siang hari untuk menjaga kesehatan tubuh di tengah suhu yang meningkat.

Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU