Kamis, 16 OKTOBER 2025 • 10:43 WIB

Donald Trump Komentari Foto Sampul Majalah Time yang Kontroversial

Author

Donald Trump Komentari Foto Sampul Majalah Time yang Kontroversial

Donald Trump kembali menarik perhatian publik, kali ini terkait penampilannya dalam foto sampul Majalah Time terbaru. Ia menganggap foto tersebut sebagai 'yang terburuk sepanjang masa'.

Baca juga: Google Menanggapi Isu Keamanan Phishing pada Layanan Gmail

Foto ini berkaitan dengan laporan yang membahas peran Trump dalam menengahi gencatan senjata di Gaza, meskipun ia mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap sudut pengambilan gambar yang dinilai tidak menguntungkan.

Kritik Trump Terhadap Foto Sampul

Melalui platform Truth Social, Donald Trump mengungkapkan ketidakpuasannya tentang foto yang menyertai artikel Majalah Time. Ia menyatakan, 'Majalah Time menulis artikel yang cukup bagus tentang saya, tapi fotonya mungkin yang paling buruk sepanjang masa.'

Trump juga menyoroti soal komposisi foto yang dinilai tidak menguntungkan. 'Saya tidak pernah suka foto yang diambil dari bawah, dan yang ini benar-benar buruk. Apa yang mereka pikirkan?' ungkapnya, menunjukkan ketidakpuasan terhadap hasil pengambilan gambar.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo Karena Kondisi Jakarta

Reaksi Publik dan Komentar dari Pihak Lain

Gubernur California, Gavin Newsom, tidak ketinggalan berkomentar dengan membagikan versi foto yang telah dipiksel. Kontroversi ini memicu perbandingan perlakuan antara Donald Trump dan Presiden Joe Biden dari Majalah Time, yang dianggap tidak seimbang.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, memberikan dukungan kepada Trump. Ia berpendapat bahwa pemilihan gambar tersebut mencerminkan kecenderungan negatif dari pihak Majalah Time, dan menyatakan, 'hanya orang yang dipenuhi kebencian—bahkan mungkin cabul—yang akan memilih foto seperti itu.'

Pendapat Profesional tentang Foto Tersebut

Carly Earl, editor foto di Guardian Australia, memberikan pandangan yang lebih objektif tentang foto tersebut. Ia menilai bahwa foto itu memiliki kualitas teknis yang baik dan cukup kuat secara visual. 'Foto itu menunjukkan Trump dalam pose yang jarang terlihat: tenang dan reflektif,' kata Earl.

Dari sisi artistik, Earl mencatat bahwa efek pencahayaan menciptakan kesan halo di sekitar kepala Trump, yang kemungkinan merupakan usaha fotografer untuk menampilkan sisi heroik sosok tersebut. Meskipun demikian, ia mengaku bahwa tidak semua orang, termasuk subjek foto, akan merasa nyaman jika difoto dari sudut tersebut.

Baca juga: Pemeriksaan Eks Menteri Agama oleh KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU